Holiyay Competition Mahasiswa Internasional UAJY 

0
6

KABAREWISATA.COM — Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan acara March’s Coffee Chat dan presentasi Holiyay Competition pada 6 Maret 2026 di Lobby Kampus 2 Gedung St. Thomas Aquinas.

Kegiatan itu merupakan ajang bagi mahasiswa internasional dari Timor Leste, Papua Nugini, Ghana, Kamboja, dan lainnya untuk mempresentasikan pengalaman serta gagasan mereka selama liburan melalui karya esai dan video yang dipresentasikan dalam bahasa Indonesia.

Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi, Drs Ign Agus Putranto, M.Si, mengapresiasi kehadiran para peserta dan menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang baru saja merayakan kelulusan.

Ia berharap para lulusan — khususnya yang berasal dari Timor Leste — dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh di UAJY untuk membangun masyarakat di negara asal mereka sembari tetap menjaga tali silaturahmi dengan pihak universitas.

Agus juga menekankan, proses belajar merupakan perjalanan seumur hidup yang melampaui masa studi formal. “Di mana setiap karya video dan tulisan yang dibuat mahasiswa saat ini merupakan bagian dari sejarah hidup yang berharga bagi masa depan mereka sebagai duta universitas,” ujar Agus.

Kepala Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya, R.A. Vita Noor Prima Astuti, Ph.D, mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam mendeskripsikan Indonesia melalui berbagai sudut pandang unik dalam esai dan video mereka.

Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap karya video mahasiswa. Salah satunya mengenai kuliner nasi goreng, yang dinilai sangat inspiratif dan mampu memberikan kesan mendalam bagi penonton.

Melalui karya-karya tersebut, ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai kekayaan rempah-rempah serta nilai-nilai budaya Indonesia.

Vita juga mendorong para mahasiswa untuk tidak ragu membagikan karya mereka di media sosial guna menjangkau jutaan masyarakat Indonesia serta menjalankan peran nyata sebagai ambassador kebudayaan.

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari para mahasiswa yang memaparkan berbagai aspek budaya Indonesia berdasarkan hasil pemikiran dan pengalaman mereka.

Dalam sesi tersebut setiap peserta diberikan alokasi waktu selama lima menit untuk mempresentasikan karyanya, yang kemudian diikuti dengan sesi tanya jawab interaktif bersama dewan juri selama dua menit.

Melalui rangkaian acara ini, diharapkan tercipta ruang dialog yang dinamis bagi mahasiswa internasional untuk menunjukkan apresiasi serta kecintaan mereka terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here