
KABAREWISATA.COM — Melalui pelatihan kerajinan tangan tas handmade, pengabdian dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tingkatkan produktivitas warga masyarakat Wirobrajan.
Hadirnya aktivitas produktif dari usaha kecil menengah yang terdapat di tengah masyarakat, memotivasi warga sekitar untuk ikut belajar dan membantu meningkatkan kesejahteraan yang dibina bersama.
Kegiatan pelatihan kerajinan tangan tas handmade yang diikuti warga masyarakat Wirobrajan, Kota Yogyakarta, merupakan kegiatan kerjasama antara Tim Pengabdian Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan mitra usaha Yusa Bag Collection yang berada di daerah Wirobrajan Yogyakarta.
Kegiatan diawali dengan sambutan perwakilan tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan penyampaian seputar kegiatan oleh Ketua Tim Pengabdian Dosen UMY, Dr Dyah Pikanthi Diwanti, SE, MM.
Seperti disampaikan Ketua Tim Pengabdian Dosen UMY, Dr Dyah Pikanti Diwanti, SE, MM, pelatihan tersebut hakikatnya adalah proses pembelajaran.
“Oleh karena itu, untuk melatih masyarakat dibutuhkan pengetahuan tentang bagaimana proses belajar,” kata Dyah Pikanthi.
Bagi Dyah, harapan bersama dari pelatihan kerajinan tangan tas handmade tersebut menjadi investasi ilmu dan dapat diteruskan kepada generasi serta meningkatkan produktivitas warga masyarakat Wirobrajan Yogyakarta.
“Agar masyarakat semakin mencintai produk dalam negeri,” papar Dyah.
Kegiatan yang telah berlangsung pada 8 Maret 2026 diikuti orang tua, remaja dan pemuda-pemudi. Mereka menyambut baik hingga akhirnya penuh semangat ikuti pelatihan pembuatan tas dengan suasana penuh kekeluargaan.

Pemilik Yusa Bag Collection, Sugeng Widodo, dalam pelatihan tersebut memberikan langkah-langkah pembuatan tas bagi pemula.
“Kita mulai dengan membuat pola terlebih dahulu dari bahan tas, dilanjutkan praktek langsung dengan menjahit dari pola,” kata Sugeng Widodo.
Pada kesempatan tersebut Sugeng juga memberi arahan dan pendampingan, yang harapannya warga yang mengikuti kegiatan tersebut dapat saling mendukung dalam keterampilan. “Khususnya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan bersama,” papar Sugeng Widodo. (Fan)















