
KABAREWISATA.COM – Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Yogyakarta bertempat di Swissbell Express Hotel Yogyakarta pada 24-25 Februari 2025.
Ketua Umum GWS, Giwo Rubianto Wiyogo mengungkapkan, isu utama yang akan dibahas pada rakernas kali ini yaitu peningkatan sektor pemberdayaan perempuan khususnya pelaku UMKM.
Menurut Giwo, hal itu selaras dengan visi dan misi GWS dalam meningkatkan harkat martabat perempuan Indonesia di segala bidang. Apalagi sebagian besar anggota organisasi kemasyarakatan yang sudah berdiri sejak tahun 1962 itu merupakan pelaku UMKM.
“Salah satu yang akan dibahas dalam Rakernas kali ini adalah bagaimana kita meningkatkan pemberdayaan ekonomi untuk perempuan,” terangnya.
Ia menjelaskan, melalui Rakernas ini, perwakilan GWS dari seluruh wilayah akan memaparkan program-program kerja andalan yang menjadi prioritasnya.
Dengan begitu, kerja nyata yang telah dilakukan di daerahnya masing-masing dapat dievaluasi bersama, apakah sudah sesuai target atau belum.
“Karena kerja-kerja di daerah itu hasilnya harus bermanfaat bagi organisasi dan anggotanya. Terjadi peningkatan kelas secara ekonomi,” jelasnya.
Ketua DPW GWS DIY, Endah Helmi menuturkan, pihaknya menyambut baik penunjukan Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah Rakernas GWS 2025 ini.
Endah menilai, momentum ini dapat dimanfaatkan oleh anggotanya untuk menjajaki peluang bisnis atau kerja sama dengan pelaku UMKM lain dari luar daerah.
“Apalagi Yogyakarta ini sangat kaya akan produk-produk kerajinan, souvenir dan lain-lain. Kita sedang berusaha memperluas jangkauan pasar,” terangnya.
Sementara itu, GKBRAy Paku Alam X yang membuka secara resmi Rakernas GWS 2025 tersebut, mengapresiasi komitmen dan dedikasi anggota GWS dalam mengikuti Rakernas di Yogyakarta.
“Melalui forum ini saya berharap kita dapat berdiskusi secara produktif dan menemukan solusi dalam menghadapi tantangan yang ada,” tutur Gusti Putri.
Gusti Putri juga berharap, melalui rakernas ini dapat dijadikan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan solidaritas, serta menciptakan program-program bermanfaat. “Jadi tidak hanya untuk anggota organisasi saja, tetapi juga untuk masyarakat luas,” pungkasnya. (mar)