Warung Kelontong Madura, Buka 24 Jam dengan Harga Terjangkau untuk Layani Masyarakat

0
487
Warung kelontong Madura yang mulai bertebaran dan mudah ditemui di pinggir-pinggir jalan - (Foto: Mustaqim/KabareWisata.com)

KABAREWISATA.COM – Etos kerja orang-orang Madura patut dicontoh dan diacungi jempol. Sebagai perantau di daerah-daerah di Indonesia, orang Madura dan hanya dikenal dengan bisnis sate ayam Madura, warung burjo maupun usaha potong rambut.

Berbeda dengan usaha-usaha lainnya, warung kelontong Madura tak mencantumkan nama daerah asalnya.

Hal ini membuat banyak warung kelontong Madura yang mungkin sebagian orang belum mengenalnya namun sering berbelanja disana.

“Namun ciri khas warung kelontong Madura selain buka 24 jam terdapat layanan pom mini,” ujar Cak Aidi alias Heri Irawan (42) pemilik sejumlah warung kelontong Madura kepada wartawan, Rabu (2/10/2022).

Selain buka 24 jam, warung kelontong Madura menjual dengan harga murah sehingga tetap bertahan meski banyak toko-toko jejaring atau minimarket waralaba.

Keberadaan warung kelontong Madura sendiri mulai berkembang sejak tahun 2017 setelah Cak Aidi bersama saudaranya membuka warung kelontong Madura pertama kalinya di Selokan Mataram, Seturan dan Condong Catur.

Sejak tahun 2021 tercatat ada 800 warung lemon Madura yang tersebar di DIY dan dari hari ke har jumlah warung terus bertambah.

Bahkan diperkirakan jumlahnya sekarang ini mencapai seribu lebih.

Untuk itulah sebagai Ketua Paguyuban Kelontong Madura Yogyakarta, Cak Aidi mendirikan Yayasan Pedagang Kelontong Madura Daerah Istimewa Yogyakarta (YPKM DIY) sebagai wadah para pedagang kelontong di wilayah DIY.

Dengan adanya wadah tersebut dapat ikut menciptakan persaingan sehat antarpara pedagang kelontong milik warga Madura.

“Kita pengen para pedagang kelontong bersaing sehat sehingga dibukalah wadah atau paguyuban,” terangnya.

Saat ini YPKM DIY menempati sekretariat di Babadan Baru RT 13 Jaranan Banguntapan Bantul setelah disahkan Kemenkumham RI pada 11 April 2022.

Bagi pedagang warung kelontong Madura yang belum masuk terbuka lebar untuk bergabung ke paguyuban.

Dengan banyaknya warung kelontong Madura yang ada maka keberadaan YPKM akan memfasilitasi dalam penataan para pedagang.

Untuk setiap warung telah disepakati minimal berjarak 500 meter namun bila nanti jumlah warung kelontong bertambah banyak bisa saja dirubah menjadi 300 meter. (mus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here