Warga Masyarakat Sumatera Utara di DKI Jakarta Didatangi Edy Rahmayadi

0
9

KABAREWISATA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2019-2023 meraih 89 penghargaan. Sumatera Utara termasuk the big five setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

“Saya tak puas rangking itu,” kata Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, di depan warga masyarakat Sumatera Utara di DKI Jakarta dan sekitarnya, Minggu (25/6/2023).

Seperti dituliskan Ikhwan Mansyur Situmeang dalam FB-nya, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, hadir dalam acara “Silaturahmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan Masyarakat Sumatera Utara di DKI Jakarta dan Sekitarnya” di Ballroom Prajurit Balai Sudirman, Jakarta Selatan.

Kali ini Edy Rahmayadi mengundang para perantau asal Sumatera Utara di DKI Jakarta dan sekitarnya untuk menyimak pemaparan kinerjanya selama 45 menit.

Kepada masyarakat Sumatera Utara di DKI Jakarta dan sekitarnya, Edy berharap agar jangan apatis.

“Jangan apatis. Jika tak benar, suarakan dari Jakarta. Katakan hitam, kalau hitam. Putih, kalau putih. Itulah orang Sumatera Utara. Berpikir seperti orang Batak, tapi berbuat seperti orang Solo. Jaga nama Sumatera Utara,” pesan Edy.

Sumatera Utara memiliki luas total 181.860,65 km2 dengan daratan 72.981,23 km2 dan lautan 108.878,77 km2. Wilayahnya terdiri atas 25 kabupaten, 8 kota, 450 Kecamatan dan 6.132 kelurahan/desa.

“Sehingga Sumatera Utara adalah provinsi yang memiliki kabupaten/kota terbanyak ketiga di Indonesia setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ungkap Edy Rahmayadi.

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki penduduk terbesar keempat di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dengan jumlah penduduk 15,1 juta jiwa.

Suku etnisnya terdiri atas Jawa (33,40%), Toba (25,62%), Mandailing (11,27%), sisanya Nias (7,10%), Melayu (6,36%), Karo, Angkola, Tionghoa, Minang, dan Simalungun.

Di antara sekian prioritas pembangunan tahun 2019-2023, Edy menjelaskan, penanganan jalan dan jembatan dijadikan nomor satu. Panjang jalan dan jembatan di Sumatera Utara 3.005,6 km. “Tergolong terpanjang di Indonesia, provinsi lain tidak segitu. Jawa Barat hanya 1.600 km,” terang Edy Rahmayadi.

Penanganan jalan dan jembatan tersebut jelek. Hanya 52% kondisinya bagus. Edy memaksakan agar 70% bagus. “Terlalu parah,” kata Edy Rahmayadi, menerangkan kondisi jalan dan jembatan di Sumatera Utara.

Dijelaskannya, penanganan jalan dan jembatan yang jelek berakibat terhadap distribusi logistik. Padahal, 65% logistik dipasok Karo. “Dari Karo ke Medan memakan waktu 10 jam akibatnya cost tinggi,” ungkapnya.

Setelah penanganan jalan dan jembatan bagus, maka waktu tempuh dari Karo ke Medan hanya 4 jam khusus truk. Karena penanganan jalan dan jembatan dijadikan nomor satu, pencapaian tingkat kemantapannya 85%. Tersisa 450 km. Progress total panjang jalan dan jembatan multiyear hingga kini 45%.

Jalan dan jembatan harus selesai. Ini kebutuhan. “Doakan kami. Pelan tapi pasti, jalan semakin baik. Termasuk di Kepulauan Nias. Tahun ini harus 70 persen. Kini kondisinya sulit,” paparnya

Edy menjelaskan, di awal periodenya, tercatat 184 item akan diselesaikan. Tetapi tertunda karena melunasi hutang. Pelunasan hutang diprioritaskan. “Hingga lunas,” katanya.

Agak lega, tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19, sehingga refocusing (pemfokusan ulang) anggaran dilakukan untuk realokasi (mengalokasikan kembali) anggaran kegiatan hasil refocusing melalui menggeser, mengalihkan, memindahkan anggaran kegiatan sebelumnya kepada kegiatan lainnya.

Sehingga, tahun 2021 kehabisan anggaran karena realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Covid-19. “Alhamdulillah, tahun 2022 mulai kerja,” dia bersyukur.

Namun, periodenya berakhir tanggal 5 September 2023. “Saya minta maaf. Hanya mampu 45 persen kerja,” katanya sedih karena hanya merujuk kepada progress total panjang jalan dan jembatan multiyear. (*/Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here