UKDW Gelar Workshop Riset Pemberdayaan

0
19

KABAREWISATA.COM – Magister Manajemen (MM) Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berkolaborasi dengan Overseas Ministries Study Center di Princeton Theological Seminary Amerika Serikat, Yayasan Griya Jati Rasa dan Koperasi Konsumen Griya Jati Rasa mengadakan workshop riset pemberdayaan bertajuk “Kerjasama Ekonomi Antara Muslim dan Kristen di DIY”.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 19 Januari 2023 di Ruang Seminar Pdt Dr Harun Hadiwijono dibuka Dekan Fakultas Bisnis UKDW, Dr Perminas Pangeran, M.Si, yang berharap penelitian tidak hanya fokus pada peningkatan kinerja usaha kecil maupun menengah. “Tapi juga mengatasi aspek lain di tengah perbedaan agama,” kata Perminas Pangeran.

Menurutnya, perbedaan agama bukan suatu hambatan. “Justru menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi,” tandasnya.

Selama ini orang membedakan Islam, Kristen dan lainnya. “Sehingga perlu kita gaungkan kerjasama antara Kristen dan Islam. Dengan kerjasama ini, ke depan tidak ada pesaing, tetapi mitra dalam berusaha,” katanya.

Dalam upaya mendukung pelaksanaan riset, UKDW mengirim Dosen Magister Manajemen UKDW, Farsijana Adeney-Risakotta, Ph.D, ke Princeton Theological Seminary, Amerika Serikat, untuk memperdalam agama dan menguatkan ekonomi.

Di MM UKDW ini ada konsentrasi sosiopreneurship. Harapannya tidak hanya sekadar mengejar laba saja, tetapi juga memberdayakan masyarakat. “Sehingga ada dampak sosial dan ekonomi,” ujar Dekan Fakultas Bisnis UKDW, Dr Perminas Pangeran, M.Si, Sabtu (21/1/2023).

Farsijana Adeney-Risakotta, Ph.D sebagai peneliti utama riset pemberdayaan menerangkan, penelitian tersebut bertujuan untuk melihat bagaimana akar rumput membangun ekonomi.

Menurut dia, peran agama juga penting dalam membangun ekonomi bangsa. “Keterlibatan umat muslim dan agama lain penting untuk menjalin kerjasama,” kata Farsijana Adeney-Risakotta.

Dalam pengembangan pasar, agama tidak bisa dikesampingkan. Dari sisi spiritualitas, agama mengajar tentang keadilan dan lainnya. “Begitu juga dalam membangun ekonomi yang berkeadilan, gotong-royong,” terangnya.

Sedangkan KH Beny Susanto, M.Si selaku asisten peneliti menyebut, selama ini sudah ada kerjasama antara Islam dan Kristen. “Namun masih perlu dorongan yang lebih kuat,” tandasnya.

Meski pertumbuhan ekonomi di DIY baik, namun tingkat kemiskinan dan ketimpangan di DIY juga butuh perhatian. Butuh panggilan iman bersama, Kristen maupun Islam. Panggilan untuk membangun bangsa di aspek ekonomi.

Saat ini masih ada persoalan eksklusivitas dan intoleransi. “Untuk itu, tidak cukup dengan toleransi, tetapi juga membangun kesejahteraan bersama,” ujar Wakil Khatib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY.

Ketua Majelis Jemaat GKJ Sarimulyo, Pdt Gunawan Adi Prabowo, S.Si, menambahkan, dialog agama bukan hanya membangun secara teologis. “Tapi juga dialog kehidupan yang menitikberatkan soal kebutuhan hidup,” ungkap Pdt Gunawan Adi Prabowo, S.Si.

Dalam doa Bapa Kami disebutkan, berilah kami rezeki secukupnya. “Artinya, bukan hanya kita nyadhong berkat dari atas, tetapi harus diimbangi dengan usaha. Kreativitas yang justru sumbernya dari interaksi, membangun jejaring. Jejaring ini terbuka, bisa dengan berbeda keyakinan,” imbuh Gunawan Adi Prabowo. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here