Syawalan GIPI DIY, Pariwisata DIY Harus Lebih Terorkestrasi

0
56
Oplus_131072

KABAREWISATA.COM – Syawalan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY yang berlangsung Rabu (23/4/2025) di Kampus STIPRAM (Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo) Yogyakarta mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk tetap bersinergi dan berkolaborasi dalam sebuah konsep pariwisata yang terorkestrasi.

Pada acara syawalan GIPI yang dihadiri pelaku pariwisata diisi dengan hikmah sinergi positif yang terorkrestasi oleh H Taufik Ridwan dan penampilan nashid oleh Deni Aden.

Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardiyanto Setyoaji, Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY GKR Bendara, Kepala Dinas Pariwisata DIY Drs Imam P, terungkap ekonomi Indonesia sedang mengalami masalah dan tidak baik-baik saja.

Permasalahan ekonomi global, ditambah kebijakan efisiensi pemerintah yang menjadi kebijakan Presiden Prabowo, sungguh sangat berdampak dan membuat problematika baru.

Bukan isu lagi kalau banyak industri pariwisata dengan banyak turunannya banyak terjadi masalah dari soal PHK sampai berhenti operasional, kredit macet dan masalah lebih berat lain.

Kita sudah berkali kali mengalami masalah dalam dunia pariwisata, dulu pernah karena gempa bumi, Gunung Merapi meletus, Covid dan lain-lain. “Artinya, semua masalah dapat kita atasi dengan kolaborasi, sinergi dan terorkestrasi,” kata Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardiyanto Setyoaji.

Bobby menjelaskan, mengatasi masalah apapun, terlebih di dunia pariwisata, tidak bisa dilakukan sendiri. “Tetapi harus duduk bersama semua stakeholder dan dirumuskan dengan bijak dan terorkestrasi,” tandasnya.

Sebuah pertunjukan orkestra dicontohkan oleh pengusaha wisata kreatif dan hotel. Semua alat yang besar maupun kecil memiliki peran sama pentingnya. “Sehingga ketika menyadari fungsi dan saling memahami, maka terjadilah sebuah permainan orkestra yang indah, menakjubkan dan enak dinikmati. Dalam hal ini posisi Dalamnya terdapat sangat penting perannya,” ungkap Bobby.

Menurutnya, pariwisata juga sama. “Kita tidak bisa berjalan sendiri,” pesannya. “Gubernur, melalui kepala dinas pariwisata harus menjadi conductor.”

Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY, GKR Bendara, setuju dengan pemikiran GIPI. “Dalam suasana perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja dan tidak saja melanda Yogyakarta, dibutuhkan secara nyata sinergi dan kolaborasi semua pelaku pariwisata,” kata Bendara.

Secepat mungkin, lanjut Bendara, semua harus bersama mengurai dan mencari solusi dengan kreatif, tenang dan tetap optimistis. “Bisa diatasi semua masalah,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Drs Imam Pratanadi, MT, menyampaikan keheranannya ketika banyak pelaku industri pariwisata mengeluh lesu dan banyak masalah. “Tetapi pada kuartal liburan kemarin ada lebih dari 1,7 juta orang menikmati berwisata di Yogyakarta, kata Imam.

Tempat wisata, restoran dan hotel penuh. Bahkan sampai parkir mobil penuh sesak dan jalanan macet karena orang menuju destinasi wisata.

“Apapun kondisi ekonomi, pelaku pariwisata di Yogyakarta tetap bersyukur dan makin kreatif menciptakan peluang mendatangkan wisatawan berkualitas,” kata Imam. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here