Summer Camp di Kebun Sayur Gemah Ripah RW 09 Bausasran Yogyakarta

0
62
Summer Camp di Kebun Sayur Gemah Ripah RW 09 Bausasran, Yogyakarta - (Foto: K.Herman S)

KABAREWISATA.COM – Anna Iritasari Staf Biro Kerjasama dan Relasi Publik Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) bersama Undhira Bali mengadakan program bersama Summer Camp dengan tema visual Ethnography yang diikuti oleh 17 mahasiswa dari Jepang, Jerman, Filipina dan Indonesia.

Tujuan program lebih kepengenalan budaya dan kehidupan keseharian di Bali dan Yogyakarta dari perspektip Ethnography. Kunjungan dilakukan ke gereja, candi, Kraton, pasar tradisional dan komunitas-komunitas yang punya perhatian ke isu-isu tertentu.

Summer Camp hari ini berlangsung Rabu (9/8/2023) berada di Kebun Sayur Organik Kelompok Tani Gemah Ripah RW 09 Bausasran, Kemantren Danurejan, Yogyakarta.

Ketua Gapoktan Kelurahan Bausasran, Mohammad Esperanza berharap perkembangan potensi masing masing kelompok tani (PokTan) baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun inovasi produk yang dihasilkan dari budidaya tanaman pangan (hortikultura), baik di kampung sayur Bausasran khususnya maupun wilayah kelurahan Bausasran pada umumnya.

“Prestasi yang pernah diraih sebagai juara 1 lomba kampung sayur tingkat Kota Yogyakarta dan lomba Pengembangan Pembangunan Daerah (PPD) dari Bappenas juara 1 tingkat nasional, dengan konsep lorong sayur atau urban farming bisa memacu pengembangan di semua wilayah Nusantara,” ujar Reza panggilan akrab Esperanza.

Mantri Anom Kemantren Danurejan Narutama mengatakan, kerjasama dengan UKDW telah terjalin sejak 2015 mulai dari urban farming pelatihan, bibit tanaman, promosi wilayah selalu disupport oleh UKDW.

UKDW yang saat ini bekerjasama pertukaran mahasiswa Jepang, Jerman, Filipina dan Indonesia selama 1 minggu mereka belajar tentang isu urban farming di berbagai wilayah salah satunya di wilayah Bausasran.

“Diharapkan menimbulkan efek positif ke banyak wilayah lain, kegiatan yang dilaksanakan meliputi berbagai olahan bahan dari kebun, yang telah dipasarkan secara online maupun lewat gandeng gendong program Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujar Narutama.

Ketua Umum Asosiasi Petani Sayur Kota Yogyakarta (APSKY) Heroe Poerwadi menyampaikan, terkait isu perubahan iklim upaya memberikan tutupan hijau, strategi jogja untuk antisipasi perubahan iklim, mencoba memanfaatkan lahan lahan sempit di Kota Jogja untuk pengembalian hijauan bila kelompok tani yang mencapai 276 kelompok bisa memberikan kontribusi penghijauan di lahan lahan sempit.

“Salah satu kiprah anak muda di pertanian dan inovasi di bidang pertanian, serta pemanfaatkan lahan sempit akan mendongkrak ketahanan pangan dan penghijauan serta penurunan iklim di wilayah,” katanya. (khs)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here