Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar FGD: Nasionalisme di Era Modern

0
24

KABAREWISATA.COM – Sebagai kelanjutan dari Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih, Royal Ambarrukmo Yogyakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Nasionalisme di Era Modern di Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Sabtu (24/6/2023).

Royal Ambarrukmo Yogyakarta merupakan hotel bintang 5 yang dahulu dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono IX dan Ir Soekarno sehingga dapat dikatakan merupakan hotel yang kental akan nilai sejarah.

Sebagai wujud melanggengkan dan menghargai perjuangan para pendahulu, Royal Ambarrukmo Yogyakarta berkolaborasi dengan RISE (Remaja Indonesia Sehat) Foundation mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Nasionalisme di Era Modern yang dihadiri para remaja.

Diawali dengan talk show tentang implementasi nilai-nilai nasionalisme oleh dua mahasiswa berprestasi, yaitu Afina Nurul Faizah seorang aktivis perempuan dan Jadid Purwaka Aji sebagai Co-Chairman dari Ngide Dulu.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan diskusi dan saling bertukar opini antarpeserta dipandu oleh 2 orang
narasumber dan pembawa acara sebagai pemantik. Setelah sesi diskusi, para
peserta mendapatkan workshop refleksi diri dari RISE Foundation mengenai rasa
nasionalisme pada diri masing-masing.

Di pengujung acara, dibagikan bendera Merah Putih kepada 20 instansi dan lembaga pendidikan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih yang telah dilaksanakan pada 1 Juni 2023 lalu bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila.

Pembagian bendera Merah Putih ini merupakan simbolis dari harapan untuk terus menyebarluaskan dan mengembangkan rasa nasionalisme. Terutama melalui instansi dan lembaga pendidikan.

Royal Ambarrukmo Yogyakarta berharap, dengan adanya acara ini maka para generasi muda dapat menumbuhkan rasa nasionalisme masing-masing sehingga sense of belonging terhadap nilai-nilai Pancasila menjadi lebih kuat.

Bagaimanapun, para remaja merupakan harapan dan penerus bangsa sehingga sangat penting untuk menanamkan rasa nasionalisme dan rasa cinta
terhadap tanah air. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here