Permainan tradisional Engklek Gizi Seimbang

0
28

KABAREWISATA.COM – Permainan tradisional berupa Engklek Gizi Seimbang (E-GizBang), kini dikembangkan Program Studi (Prodi) Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Program E-GizBang itu dibuat Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi (Prodi) Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam rangka mengentaskan masalah status gizi yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain juga untuk menekan angka permasalahan gizi yang muncul di Indonesia.

Permainan ini dipilih sebagai media edukasi karena disesuaikan dengan sasaran utama program, yaitu anak SD.

Seperti disampaikan Tyas Aisyah Putri, S.Tr.Keb, M.Kes, salah satu anggota tim, kali ini pihaknya bekerja sama dengan SD Muhammadiyah Banaran 1 dan SD Muhammadiyah Banaran 2 di Kulon Progo.

Anak SD dipilih sebagai sasaran karena mereka merupakan ujung tombak dari pengentasan permasalahan gizi. “Jika sejak dini anak sudah dikenalkan pengetahuan tentang gizi dan menerapkannya, maka bisa menekan triple burden yang dihadapi oleh Indonesia,” terang Tyas, Jum’at (20/1/2023).

Triple burden adalah 3 beban malnutrisi yang menjadi isu kontemporer di bidang gizi Indonesia saat ini. Ketiga masalah tersebut terdiri atas obesitas, stunting, dan defisiensi zat gizi mikro.

Banyak faktor pemicu yang mendorong terjadinya penyakit tersebut, antara lain kurangnya aktivitas fisik dan tingginya asupan makan pada anak.

Di zaman digital seperti sekarang, gawai dan permainan elektronik cenderung lebih dekat terhadap anak-anak ketimbang permainan tradisional. “Hal itu menyebabkan eksistensi permainan tradisional jadi bergeser dan dapat memengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi serta beraktivitas fisik,” kata Tyas.

Oleh karena itu, engklek ini dipilih sebagai media edukasi agar mudah dipahami anak. “Selain itu, engklek juga bisa menjadi sarana aktivitas fisik dan pembentukan karakter bagi anak,” terang Tyas.

Jadi, ada banyak manfaat yang diperoleh dari permainan tradisional tersebut. Seperti disampaikan Rosyida Awalia Safitri, S.Gz, M.Imun selaku ketua tim, mekanisme bermain E-GizBang sama dengan bermain engklek pada umumnya.

“Hanya saja di setiap kotak yang mendapat gaco, peserta akan diberi pertanyaan seputar gizi seimbang oleh salah satu teman yang bertugas dan harus menjawabnya,” kata Rosyida Awalia Safitri.

Metode E-GizBang ini dapat digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan edukasi gizi yang diberikan sebelumnya kepada sasaran mitra.

Selain edukasi gizi dan permainan E-GizBang, tim Gizi UAD juga memberikan edukasi tentang praktik cuci tangan pakai sabun dan senam bersama yang telah dilakukan pada Desember 2022 lalu. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here