Perlunya Sharing Knowledge Pengelola Media Sosial dan Website

0
10
Sharing knowledge tentang pengelola media sosial dan website. (Foto: Pemkal Condongcatur)

KABAREWISATA.COM – Pengelola media sosial (medsos) dari Kalurahan Caturtunggal, Condongcatur dan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, ikuti sharing knowledge tentang pengelola media sosial dan website yang diadakan Sekretariat Kapanewon Depok.

Hadir dalam kegiatan itu Panewu Anom Kapanewon Depok Wawan Hariawan, SIP, M.Si dan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kapanewon Depok Dian Kartikaningrum, SH.

Sebagai narasumber dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kapanewon Depok, Kamis (11/7/2024), adalah Riski Damastuti, S.Sos, MA, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, yang biasa disapa Mamsky.

Menurut Mamsky, media sosial adalah sebuah platform berbasis internet yang mudah digunakan. “Sehingga memungkinkan para pengguna untuk membuat berbagi konten meliputi informasi, opini dan minat dalam konteke yang beragam meliputi informatif, edukatif, kritik dan sebagainya kepada khalayak yang lebih banyak lagi,” kata Mamsky.

Bagi Mamsky, media sosial memiliki efek berantai yang membuat proses transmisi yang terjadi tidak berhenti pada satu audiensi pokok saja atau multiplayer effect.

Ketika memberikan tips dan trik dalam mengelola media sosial, Mamsky mengatakan bahwa konten medsos yang dibuat harus relevan dengan target audiens. “Sehingga diperlukan analisis yang tajam agar dapat membuat konten yang sesuai dengan audiens yang menjadi sasaran,” paparnya.

Menurutnya, instansi pemerintah harus membuat konten yang kreatif untuk menarik atensi audiens. “Terutama di menit-menit awal, berikutnya harus lebih sering membuat konten video karena jauh lebih menarik atensi publik ketimbang konten statis seperti foto,” katanya.

Terakhir, menganalisis konten dari semua konten-konten yang sudah diunggah ke media sosial. “Penting untuk mengetahui konten mana yang paling diterima audiens untuk menjadi refleksi dan mengetahui konten yang disukai audiens,” kata Mamsky.

Panewu Anom Kapanewon Depok, Wawan Hariawan, mengatakan, kita perlu meningkatkan informasi — khususnya pemerintahan — melalui media sosial. “Bagaimana membuat konten semakin menarik dan bisa dikonsumsi masyarakat melalui media sosial,” ungkap Wawan Hariawan.

Menurutnya, media sosial merupakan sarana pemerintah untuk lebih dekat dengan publik. “Dengan berkomunikasi secara langsung dan memberikan respon dengan segera,” tandasnya. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here