Pengelola Desa Wisata Kuatkan Sinergitas

0
11

KABAREWISATA.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengajak para pengelola desa wisata di Kabupaten Sleman untuk menguatkan sinergitas dengan pihak-pihak terkait.

“Melalui sinergitas yang baik, maka pengelolaan desa wisata akan dapat berjalan secara optimal baik dari aspek pengelolaan, pengemasan paket wisata maupun pemasaran,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, SH, usai kunjungi pengelola desa wisata Pancoh di Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, pada 4 Maret 2024.

Pada kesempatan itu Ishadi didampingi Mursidi dan Aris Budiyono yang sampaikan studi orientasi pengelola desa wisata Pancoh di Desa Wisata Nglanggeran. Mursidi sampaikan materi pengelolaan kelembagaan desa wisata dan Aris Budiyono menyoal pengelolaan homestay.

Ishadi menambahkan, desa wisata di Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 80 desa wisata meliputi 12 desa wisata kategori mandiri, 17 desa wisata kategori maju, 18 desa wisata kategori berkembang dan 33 desa wisata kategori rintisan.

Pengembangan desa wisata di Kabupaten Sleman cukup prospektif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata yang mendasarkan pada aspek pemberdayaan masyarakat.

Konsep desa wisata yang dikelola berdasarkan inisiasi dan keterlibatan masyarakat secara penuh memberikan manfaat ekonomi yang besar terhadap masyarakat lokal.

Kemanfaatan tersebut berupa tumbuhnya pengelolaan homestay, kuliner, souvenir dan industri kreatif lainnya yang ditawarkan dalam bentuk paket-paket wisata.

Pengelolaan desa wisata saat ini memang belum bisa dijadikan sebagai profesi utama bagi warga masyarakat, mengingat fluktuasi kunjungan ke desa wisata juga masih tinggi. Tren kunjungan ke desa-desa wisata masih didominasi pada saat libur sekolah dan libur umum.

Oleh karena itu, menjadi tantangan para pengelola desa wisata untuk menguatkan paket-paket wisata yang dimiliki dengan mengkolaborasikan potensi-potensi yang ada disekitar wilayah desa wisata dalam klaster-klaster yang masih dapat dijangkau.

Pengelola desa wisata harus mampu menjaga sinergitas dengan masyarakat setempat, antarpengelola desa wisata, dengan pokdarwis setempat. “Bahkan dengan kalangan pendidikan dan para pelaku pariwisata,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid, SH.

Diharapkan, kunjungan ke desa wisata dapat merata di sepanjang tahun. Untuk itu dalam mengelola desa wisata hendaknya tidak hanya mengedepankan pada aspek ekonomi semata, tapi perlu memperhatikan pada aspek-aspek keberlanjutan dalam hal pemanfaatan potensi seni budaya, potensi alam dan lingkungan serta potensi ekonomi kreatif yang dikembangkan.

Kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman pada tahun 2023 berjumlah 8.005.943 orang wisatawan, dan 8,5% di antaranya sebesar 687.760 orang wisatawan berkunjung ke desa wisata, yang terdiri atas 686.363 wisatawan nusantara dan 1.397 wisatawan manca negara. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here