Pemkal Condongcatur Persiapkan Generasi Berakhlakul Karimah

0
19
Pengembangan karakter melalui kegiatan permainan dan diskusi kelompok. (Foto: Istimewa)

KABAREWISATA.COM – Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi kegiatan santri camp yang baru pertama kali dilaksanakan pada 6 – 7 Juli 2024 di Green Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

“Saya berharap agar semua TPA masjid di Condongcatur ke depan dapat mengikuti kegiatan ini,” kata Reno, Senin (8/7/2024).

Selanjutnya, Reno berharap agar masjid juga memperhatikan santri untuk berbagai kegiatan TPA. “Khususnya dalam mempersiapkan generasi ke depan yang berakhlakul karimah,” papar Reno.

Menurut Reno, kegiatan camping itu memiliki beberapa tujuan, seperti untuk penguatan iman dan takwa, pengembangan karakter melalui kegiatan permainan, diskusi kelompok dan tanggung jawab bersama. “Selain itu santri belajar nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, kemandirian dan kepemimpinan,” ucapnya.

Bagi santri, camping juga sebagai pendidikan dan pembelajaran. Karena dengan camping dapat melibatkan sesi belajar tentang agama, lingkungan, ketrampilan bertahan hidup dan ketrampilan sosial yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

Selain itu juga sebagai peningkatan ukhuwah, meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan antaraantri melalui interaksi dalam kegiatan bersama dan sebagai wahana rekreasi dan penyegaran.

Selain pendidikan dan pengembangan diri, camping juga memberikan kesempatan bagi santri untuk bersantai, menikmati alam dan melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari.

Ketua Forum TPA Condongcatur, Suyitno, menjelaskan, kegiatan dalam rangka menyambut tahun baru islam 1 Muharram 1446 H diikuti 16 masjid dengan jumlah peserta 80 santri.

Menurut Suyitno, di Condongcatur ada 40 masjid yang telah bergabung dalam Forum TPA Condongcatur. Tapi yang bisa mengikuti baru 16 masjid.

Ketua Panitia Santri Camp Tahun Baru Islam 1446 H, Widayat Hadi Kusuma, mengatakan, kegiatan bertemakan “Enviro Hero” bertujuan menanamkan kecintaan lingkungan dalam diri santri-santri. “Makanya ada api unggun, jelajah alam, kunjungan budi daya ikan koi di Zakura Koi dan sejarah Tugu Lele Kayen,” jelasnya. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here