KABAREWISATA.COM — Mangayubagya Yuswo Dalem Sri Sultan HB X ke-80 akan berlangsung pada Kamis Wage, 2 April 2026 pukul 06.00 WIB di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Memenuhi surat dari Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan di DIY (Nayantaka) tentang kalurahan agar mengirimkan personel pada acara Mangayubagya Yuswo Dalem Sri Sultan HB X, Kalurahan Condongcatur akan membawa Glondong Pengarem-arem/Pisungsum diiringi 23 personel di antaranya Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji dan unsur pamong Kalurahan Condongcatur.
Kalurahan Condongcatur juga akan membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat kepada Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X dalam tradisi budaya tersebut.
Agar pelaksanaan kirab dapat berjalan tertib dan lancar, pada kesempatan itu busana yang wajib dikenakan peserta kirab adalah busana pranakan jangkep (pria) dengan blangkon berlatar hitam atau biru tua, baju pranakan teluput warna biru serta jarik dengan wiron engkol. Dan tidak diperkenankan menggunakan keris atau dhuwung.
Peserta wanita mengenakan kebaya tangkeban atau Kartini berwarna hitam polos dengan sanggul atau gelung tekuk (bukan konde).
Peserta wanita wajib menggunakan subang bagi yang tidak sedang hamil atau dalam masa berkabung. Dan tidak diperkenankan menggunakan kalung, gelang, gelang kaki maupun hiasan kepala seperti cunduk mentul.
Perhiasan yang diperbolehkan hanya cincin dan jam tangan. Sama seperti peserta pria, peserta wanita juga diperbolehkan memakai cenela atau selop saat berada di area Pagelaran serta dilarang menggunakan motif batik awisan dalem seperti parang dan kawung. (Fan)














