Pemkab Kulon Progo Gandeng 10 PT di Yogyakarta

0
9

KABAREWISATA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, belum lama ini gandeng 10 Perguruan Tinggi  di Yogyakarta untuk menyelesaikan setiap tantangan — setidaknya dapat meminimalisir kekurangan-kekurangan — yang ada di Kulon Progo dan penanganan kemiskinan.

Kerjasama tersebut dimulai dengan dilaksanakannya penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab Kulon Progo dengan 10 Perguruan Tinggi di Yogyakarta yang digelar di Aula Adhikarta Gedung Kaca, Kulon Progo.

Hal tersebut dalam rangka menghadirkan dan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul guna meningkatkan kesejahteraannya melalui peran akademik.

Penjabat Bupati Kulon Progo, Drs Tri Saktiyana, M.Si, menyampaikan, kerja sama ini sangat penting mengingat masih ada beberapa persoalan penting di Kulon Progo yang harus mendapat perhatian lebih dalam penanganannya. “Seperti tingginya angka kemiskinan dan stunting yang masih menjadi isu utama,” kata Tri Saktiyana.

Bersama perguruan tinggi ini, nanti Pemkab Kulon Progo akan memetakan dan melihat secermat mungkin kondisi riil dari tingkat bawah. “Sehingga kita punya ruang yang lebih luas untuk memajukan masyarakat di tingkat bawah yang memerlukan perhatian besar,” kata Tri Sakti.

Melalui kerja sama ini, Pj Bupati Kulon Progo berharap dengan dukungan perguruan tinggi mampu melaksanakan program RPJMD DIY maupun Kulon Progo dalam tiga hal utama, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat wilayah selatan, inovasi penggunaan teknologi informasi dan reformasi di kalurahan.

Tiga hal itu menjadi haluan besar Pemkab Kulon Progo. “Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan terhadap komitmen dan langkah kerjasama ini,” tandas Tri Sakti.

Pj Bupati Kulon Progo yakin, sudah banyak yang dilakukan dan nanti dikonkritkan lebih detail lagi dengan kerja sama lintas OPD dan lintas wilayah.

Dikatakan Prof Fathul Wahid, ST, MSc, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, kemitraan ini diharapkan mampu mengidentifikasi terkait permasalahan, solusi dan potensi yang ada di setiap kalurahan. “Guna meningkatkan pembangunan melalui pengetahuan dan kajian akademis,” kata Fathul Wahid.

Menurutnya, setiap kampus bermitra dengan kalurahan untuk mengidentifikasi karateristik dari setiap kalurahan. “Potensi lokalnya apa dan kira-kira yang bisa dikembangkan mana?” kata Fathul.

Dikatakan Fathul, dari hasil kajian awal tersebut nantinya akan disusun rencana pengembangan yang bersifat partisipasi yang melibatkan warga lokal. “Di mana warga menjadi mitra dalam mengembangkan di berbagai bidang yang ada,” ungkapnya.

Dari awal, Rektor UII menyampaikan pihaknya tidak punya uang. “Yang kami punya adalah keahlian pengetahuan ketrampilan dan kami bantu sampai penyusunan perencanaannya,” terang Fathul.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Pemprov DIY, Achmad Ubaidillah, mengatakan, dengan adanya 135 kampus di DIY yang bekerjasama dengan Pemprov DIY diharapkan mampu meningkatkan pembangunan SDM yang unggul. “Dalam rangka reformasi pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan dan juga meningkatkan pembangunan di bidang lainnya,” kata Achmad Ubaidillah.

Bagi Ubaidillah, ini menjadi momentum yang bagus. Harapannya, dari sepuluh ini mampu bersama-sama menyejahterakan masyarakat. “Sehingga arti makna Yogyakarta istimewa itu bisa kita teladani dan kita serapi,” kata Achmad Ubaidillah, yang lebih dikenal Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara. (*/Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here