Orang Sakit Tetap Bisa ke Tanah Suci Makkah

0
34

KABAREWISATA.COM – Bagi seorang Muslim, mau berangkat ke tanah suci Makkah dan Madinah sebenarnya mudah dan tidak harus dengan berhaji.

Ketika berhaji usia maksimal 65 tahun dan tidak boleh mengalami sakit tertentu. Maka itu semua tidak berlaku untuk yang ingin ke tanah suci dengan cara umroh. Bahkan, waktu untuk berumroh kini bisa setiap waktu.

Disampaikan Dr dr H Sagiran, S.Pb (KL), M.Kes, pembimbing utama umroh Latifah Haramain Tour, tidak menjadi halangan kepada siapapun untuk pergi ke Tanah Suci, apakah sedang sakit atau mengalami masalah apapun. “Semua bisa umroh, bahkan kena kanker stadium empat sekalipun,” kata Sagiran, Sabtu (3/9/2022).

Adapun yang istito’ah hajinya tidak bisa berangkat, mungkin juga karena kemo therapy, cuci darah dan lain-lain, pokoknya insya Allah bisa. “Karena ada usaha sungguh-sungguh ke tanah suci untuk ibadah,” kata Sagiran, dokter yang hafidz qur’an itu, yang membersamai 96 orang jamaah umroh Latifa Haramain dan Attin Nabilla Cabang Bantul.

Memang, bagi yang sudah mendaftar haji karena oleh faktor usia yang diakibatkan daftar tunggu yang terlalu lama sehingga batasan usia 65 tahun yang bisa ikut haji. “Dan menjadi penghalang,” tandasnya.

Karena aturan, siapapun yang memiliki riwayat sakit berkategori berat, juga tidak bisa berhaji. Karenanya, solusi untuk ke tanah suci Makkah adalah dengan berumroh, yang bisa dilakukan sewaktu-waktu dan tidak terikat waktu khusus.

Orang sakit bisa ke tanah suci Makkah dan Madinah asal ada kesungguhan dan semangat. “Man jadda wa jadda,” pesan dokter Sagiran, pembimbing utama umroh Latifa Haramain Tour.

Solusi pergi umroh bagi yang terpaksa gagal berhaji adalah pilihan paling tepat. Menurut Direktur Latifa Haramain Tour, H Taufik Ridwan, insya Allah pahalanya besar bagi yang bisa ke tanah suci Makkah. “Terlebih yang bisa melewati ujian kehidupan di antaranya sakit,” papar Taufik.

Ada jamaah yang sakit dan terpaksa mengunakan kursi roda sangat merasakan ayem dan tenteram setelah dibimbng oleh dokter yang juga ustadz.

Pada keberangkatan edisi 18 Latifa Haramain terdapat 5 orang jamaah yang menggunakan kursi roda dan ada yang harus cuci darah sudah dijadwal oleh tim medis yang mendampingi jamaah.

Siapapun yang ingin berangkat umroh bisa dilaksanakan pada 8 Oktober 2022 bersama dr Sagiran dan dr Mimin sebagai pembimbing jamaah perempuan. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here