Menurun, Tingkat Hunian Hotel di Masa Libur Lebaran 2023

0
34

KABAREWISATA.COM – Okupansi selama lebaran 2023 ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022. Dan okupansi di DIY turun karena adanya beberapa hotel baru di Kulonprogo, Sleman dan Gunungkidul sehingga menyebabkan terjadinya persebaran tinggal wisatawan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, di sela-sela syawalan seluruh member dan OPD Pemkab Sleman yang diadakan BPC PHRI Kabupaten Sleman di Liquid Bar & Kitchen Jl Magelang Km 4,5 No.158 Rogoyudan, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Kamis (4/5/2023) sore.

Bagi Deddy, ada penurunan okupansi atau tingkat hunian hotel di masa libur lebaran 2023. “Turunnya okupansi ini terlihat pada H-2 hingga H+3 lebaran,” ungkap Deddy.

Di waktu tersebut, terang Deddy, okupansi hotel di DIY rata-rata hanya 50 persen. “Dibandingkan tahun 2022 lalu di masa libur lebaran okupansinya bisa mencapai tujuh puluh persen,” kata Deddy.

Dikatakan Deddy, penurunan ini terjadi hampir di semua daerah di seluruh Indonesia. “Kecuali Bali dan Lampung,” kata Deddy.

Selain itu, lanjut Deddy, ada pula imbas larangan buka bersama aparatur sipil negara (ASN). “Sehingga membuat penurunan,” tandas Deddy, yang mengajak anggota PHRI Sleman untuk saling mendukung dan bekerjasama dengan pemerintah.

Okupansi hotel di DIY mulai mengalami kenaikan pada H+4 hingga H+8 lebaran. Hal ini juga seiring dengan mulai banyaknya masyarakat maupun wisatawan yang mulai melakukan aktivitas wisata selama libur lebaran. “Rata-rata okupansinya sebesar 80 persen,” ungkap Joko Paromo.

Dikatakannya, dibandingkan tahun lalu pada H+4 hingga H+8 lebaran okupansi hotel hampir mencapai 100 persen. Bisa mencapai 95 persen tahun 2022 pada H+4 sampai H+8 lebaran. Dan pada awal Mei 2023 okupansi mulai turun hingga 70 persen disebabkan arus balik dan sudah banyak yang mulai meninggalkan DIY.

Dijelaskan Ketua BPC PHRI Kabupaten Sleman, Joko Paromo, acara syawalan yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini untuk menjalin silaturahmi antarmember dan stakeholder di Kabupaten Sleman.

“Diharapkan dapat kembali ke fitri dan terbangun kekompakan serta sinergi antarmember BPC PHRI Kabupaten Sleman dengan stakeholder,” ungkap Joko. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here