Masyarakat Harus Punya Kesadaran Risiko Bencana

0
12

KABAREWISATA.COM – Kampung Siaga Bencana (KSB) Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada 16 Februari 2023 dikukuhkan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Sebanyak 50 orang terdiri dari relawan, tokoh masyarakat, Linmas, kader, karang taruna dan difabel, dikukuhkan secara langsung oleh Bupati Sleman, ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengukuhan kepada perwakilan peserta KSB.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Sleman, Sigit Indarto, menyampaikan, pembentukan KSB Kalurahan Sardonoharjo telah dimulai pada 14 Februari 2023.

Persiapan pembentukan KSB ini dilakukan dengan berbagai materi pelatihan, di antaranya pertolongan pertama pada kedaruratan, tim reaksi cepat, shelter, dapur umum, logistik dan keposkoan.

Seluruh materi pelatihan ditampilkan di hadapan Bupati Sleman dengan format kegiatan klasikal materi, praktek per divisi dan simulasi.

Pada tahun 2022 telah dikukuhkan sebanyak 20 KSB di wilayah Kabupaten Sleman. Sedangkan pada tahun 2023 Pemkab Sleman telah mengukuhkan 2 KSB dari target sebanyak 5 KSB.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan, pengukuhan KSB ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran masyarakat akan risiko bencana.

“Dengan kesadaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang ada di wilayahnya,” kata Kustini.

Pada dasarnya keberadaan KSB ini untuk membentuk masyarakat yang tangguh dalam menghadapi terjadinya bencana serta mampu mengantisipasi dan menekan kerugian melalui proses adaptasi.

Kustini menilai, pembinaan dan pembentukan KSB mutlak diperlukan di wilayah Kabupaten Sleman. “Dikarenakan masyarakat penerima dampak langsung dari bencana dan sekaligus sebagai pelaku pertama yang merespon bencana di sekitarnya,” kata Kustini. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here