LSP PTMA se-Indonesia Gelar Rapat Kerja

0
6

KABAREWISATA.COM – Majelis Pendidikan, Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan rapat kerja perkumpulan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Dalam kesempatan kali ini, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjadi tuan rumah. Dan, acara tersebut digelar secara luring di Grand Inna Malioboro J
Yogyakarta pada 29–30 Juni 2022.

Disampaikan Gatot Sugiharto, SH, MH, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, LSP ini keberadaannya sangat dibutuhkan dalam Perguruan Tinggi. “Khususnya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” kata Gatot.

Sebab, kata Gatot, saat mahasiswa lulus tidak hanya berbekal kompetensi hard skill dalam kuliah yang terstruktur di kelas saja. “Tapi ada juga skill yang membutuhkan kompetensi khusus, seperti soft skill,” ujar Gatot.

Hal tersebut dapat menambah daftar panjang portofolio. Dan melalui forum ini digunakan untuk berdiskusi dan berkolaborasi. “Saling membantu mengisi rumah besar kita Muhammadiyah, yang kita jadikan sebagai lahan beramal,” kata Gatot.

Turut hadir dalam acara tersebut Miftakul Azis, MH (Wakil Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan/BSNP) dan Prof Dr Ihyaul Ulum, SE, M.Si, Ak, AC (Ketua LSP Universitas Muhammadiyah Malang).

Pada sesi arahan materi oleh BSNP yang diwakili oleh Azis, disampaikan peran LSP di dalam perguruan tinggi itu ada dua, yakni sebagai penjaminan mutu dan LSP harus mampu menempati peran pada ketelurusan alumni.

Adapun strategi penjaminan mutu di dalam pelaksanaan sertifikasi ada beberapa hal, di antaranya merumuskan skema sesuai dengan profil lulusan sehingga relevan dengan kebutuhan saat ini.

Pengembangan skema yang dilakukan bisa dikualifikasi atau okupasi maksimal sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), asesor kompetensi yang memenuhi persyaratan, memiliki kompetensi teknik minimal setara dengan skema yang diujikan.

Penjaminan mutu yang baik, dosen memiliki sertifikat kompetensi teknik terkait matakuliah yang diajarkan, APL 02 (asesmen mandiri) dibagikan di awal perkuliahan serta kerja sama dengan industri minimal terdapat asesor di setiap bidang.

Prof Dr Ihyaul Ulum, SE, M.Si, Ak, AC, Ketua LSP Universitas Muhammadiyah Malang, menambahkan, perguruan tinggi selain mengeluarkan ijazah juga harus mengeluarkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

“Namun, masih banyak perguruan tinggi yang salah dalam mengisi SKPI,” terang Ulum.

Menurut Ulum, SKPI mempunyai dua tampilan wajib, yaitu isian dan lampiran yang berisi kompetensi bahasa asing yang dikeluarkan oleh lembaga bahasa di perguruan tinggi masing-masing dan kompetensi sesuai bidang yang dikeluarkan BNSP.

LSP ini mencetak generasi tenaga kerja yang terampil dan diberikan kepada mahasiswa ketika sudah semester tujuh atau hampir lulus. “Saya berharap PTMA yang belum mempunyai LSP segera mendirikan dan dengan senang hati saya siap membantu PTMA yang ingin mendirikan LSP,” tutup Ulum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here