KKN UAD Bantu Kurangi Sampah Anorganik Jadi Ecobrick

0
25

KABAREWISATA.COM – Pada 26 Februari 2024 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah anorganik menjadi ecobrick dan praktik pembuatan ecobrick dari sampah anorganik.

Kegiatan sosialisasi dan praktik pemanfaatan sampah anorganik menjadi ecobrick merupakan kegiatan yang dilaksanakan KKN UAD Unit VI B.2 yang bertujuan mengurangi sampah plastik serta mendaur ulang dengan media botol plastik bekas untuk dijadikan sesuatu yang berguna.

Selain itu dalam upaya mengurangi sampah anorganik di Padukuhan Karang, Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Materi sosialisasi disampaikan Muhammad Bagus Panuntun dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul dan demo dilakukan oleh Farhan Syafiq Hibatullah, mahasiswa KKN VI B.2, menggunakan media botol.

Sampah plastik merupakan masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Jumlah sampah plastik yang dihasilkan masyarakat cukup besar. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan yang efektif agar tidak berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

Hal tersebut menarik perhatian sekelompok mahasiswa UAD yang memperlakukannya sebagai ecobrick.

Ecobrick merupakan inovasi visioner yang dikembangkan sebagai solusi pengolahan sampah plastik. Ini berasal dari dua kata eco dan brick dan secara sederhana didefinisikan sebagai ekologis.

Dikembangkan dari material plastik atau sampah plastik, ecobrick memiliki sifat dasar plastik yaitu kuat, tahan air dan tahan lama.

Ketua Kelompok KKN UAD Unit VI B.2, Farhan Syafiq H., mengatakan, banyak sampah yang dihasilkan selama kegiatan masyarakat menumpuk. “Secara bersama-sama program produksi ecobrick dapat menjadi cara untuk menciptakan komunitas masyarakat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama,” ujar Farhan Syafiq, Rabu (28/2/2024).

Kehadiran ecobrick dapat membantu meningkatkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan kemampuan kreatif masyarakat setempat serta meningkatkan kualitas sanitasi sebagai alternatif produk ecobrick seperti batu bata atau kayu, misalnya membuat kursi, meja, pot bunga dan benda bermanfaat lainnya.

Selain itu, produksi ecobrick juga dapat mengurangi jumlah sampah di lingkungan Desa Karang yang dapat menjadi sumber penyakit. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here