Ketua Umum PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Menkopolhukam, Bahas Pemilu Hingga Korupsi

0
12

KABAREWISATA.COM — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, MSi, menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mohammad Mahfud MD di Kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Ditiro Yogyakarta, Senin (3/4/2023).

Selain menjalin silaturahim dengan keluarga besar Muhammadiyah, kunjungan Mahfud MD tersebut juga untuk membahas berbagai isu-isu keumatan dan kebangsaan.

Pertama, membahas seputar persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Haedar memberi masukan agar Pemilu berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Ia berharap seluruh komponen yang bertugas dalam pesta demokrasi ini mempersiapkan segalanya. “Persiapan ini dibutuhkan agar masyarakat dapat merasakan Pemilu yang berkeadilan dan berkeadaban sehingga menghasilkan pejabat-pejabat negara yang dapat memajukan hajat hidup bangsa,” kata Haedar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah berharap, Pemilu 2024 ini menjadi Pemilu yang berkualitas, Pemilu yang bukan hanya demokrasi yang prosedural. “Tapi demokrasi yang substansif, yang menghasilkan DPR, DPRD maupun Presiden, Wakil Presiden yang betul-betul berdiri di atas semua golongan serta mampu memajukan bangsa dan negara di atas segalanya dan menjaga konstitusi dan moralitas bangsa kita,” ucap Haedar.

Kedua, membahas tentang pemberantasan korupsi. Haedar mengatakan, pemberantasan korupsi mesti menjadi komitmen bersama seluruh komponen bangsa. “Terutama seluruh pejabat negara,” tandasnya.

Baik lembaga legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Semuanya harus memiliki komitmen yang tinggi untuk taat pada konstitusi dan menjauhi segala praktik korupsi. “Hal tersebut penting agar misi menyejahterakan negeri berjalan tanpa hambatan,” ungkap Haedar.

Menurutnya, pemerintah dalam arti luas di mana lembaga legislatif, lembaga yudikatif maupun eksekutif serta seluruh perangkat-perangkat negara berkomitmen kuat untuk pemberantasan korupsi.

“Jika kita berhasil memberantas korupsi secara massif, terstruktur dan sistematik, maka Indonesialah yang akan menang dan diuntungkan,” ucap Haedar.

Ketiga, membahas tentang nilai luhur Pancasila dan agama sebagai komitmen dalam berbangsa dan bernegara. Menurut Haedar, mengamalkan nilai-nilai luhur yang termaktub dalam Pancasila dan agama mesti menjadi komitmen kebangsaan.

“Apalagi mendekati musim Pemilu, seluruh komponen mesti menanamkan nilai-nilai luhur seperti akhlak mulia, keadaban, tasamuh dan lain-lain, baik dalam perkataan, pemikiran maupun perbuatan,” kata Haedar.

Termasuk dalam Pemilu yang akan datang, nilai keluhuran dan akhlak atau budi pekerti itu menjadi bagian penting dalam berbangsa dan bernegara.

“Saya yakin, kalau nilai-nilai luhur kita berdasarkan agama, Pancasila dan budaya bangsa menjadi alam pikiran serta orientasi tindakan, maka kita akan bisa menjadi bangsa yang besar, bangsa yang maju,” terang Haedar.

Keempat, Mahfud MD mengakui kontribusi Muhammadiyah dalam memajukan negeri. Menurut Haedar, Mahfud MD berharap Muhammadiyah tetap memainkan perannya sebagai salah satu penjaga moral bangsa.

“Kehadiran Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara begitu penting sehingga jalinan kerjasama antara Persyarikatan dan pemerintah perlu untuk ditingkatkan,” terang Haedar.

Muhammadiyah diharapkan untuk tetap memainkan peran kebangsaan mengawal Indonesia ini menjadi Indonesia yang berdiri di atas konstitusi dan dapat membawa kepada kemajuan bangsa dan negara.

Itulah poin-poin penting silaturahmi sekaligus juga diskusi santai, tapi mendalam soal bangsa dan negara.

Mahfud MD juga berharap, hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah semakin ditingkatkan. (*/Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here