Ketersediaan SDM Dosen dan Infrastruktur Kampus Kunci Akselerasi Universitas 

0
9

KABAREWISATA.COM – Kualifikasi pendidikan sumber daya manusia (SDM) dosen yang berpendidikan doktoral dan ketersediaan infrastruktur kampus yang memadai, menjadi kunci suatu universitas mencapai kemajuan progresif dan kompetitif di tengah ketatnya kompetisi terbuka antar Perguruan Tinggi (PT).

Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, mengatakan, UWM tengah mengintegrasikan akselerasi pendidikan SDM dosen dan fasilitas gedung untuk pelaksanaan pendidikan, laboratorium dan fasilitas terkait lainnya yang berkualitas dan kompetitif.

Pada Dies ke-41 UWM ini, panitia mengangkat tema akseleratif progresif menuju UWM yang kompetitif. Dengan maksud menjadi inspirasi semua elemen universitas untuk memajukan kampusnya.

“Kita ingin menciptakan universitas unggul dan berdaya saing, maka kita harus melangkah ke depan dengan langkah akseleratif, tidak bisa dengan langkah biasa-biasa saja,” kata Prof. Edy Suandi Hamid pada pidato Dies ke-41 UWM di Pendopo Agung Kampus Terpadu Jalan Tata Bumi Selatan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (7/10/2023).

Dari akselerasi SDM dosen, kata Edy, penambahan dosen yang kuliah doktoral terus meningkat. “Dosen kualifikasi doktor telah mencapai 20 persen lebih, yang berarti di atas rata-rata nasional untuk syarat menjadi universitas berkemajuan. Kemudian terdapat 15 kandidat doktor yang tengah menunaikan kuliah doktoral dalam berbagai disiplin ilmu,” kata Edy.

Sejurus dengan kualitas SDM doktor meningkat, program studi baru segera dibuka pada tahun ini, meliputi program studi Informatika (S1), Profesi Arsitektur, Magister Kenotariatan (S2), Kepariwisataan (S1), Magister Manajemen (S2), Studi Budaya (S1), dan Hubungan Internasional (S1).

Pengalaman membuka Magister Hukum, jumlah mahasiswanya sangat signifikan. “Maka program studi magister berikutnya optimis mencapai kemajuan serupa,” papar Edy.

Dukungan akselerasi kemajuan SDM dosen disatukan dengan penyediakan infrastruktur gedung perkuliahan dan kegiatan ekstra kurikuler internal kampus.

Tahap pembangunan pertama gedung telah selesai dan digunakan untuk rektorat dan perkuliahan. Tahap kedua pembangunan gedung dijadwalkan pada akhir 2023 atau awal Januari 2024.

Target pembangunan gedung tahap dua mencakup dua papan piwulangan (gedung perkuliahan), religious center (Widya Nusantara) atau tempat ibadah semua agama, Widya Pambiji (gedung laboratorium), dan papan radya (gedung perkantoran).

Sebagai kampus berbudaya, UWM terus menata diri ke arah yang lebih baik dengan semangat Hamemayu Hayuning Widya Mataram.

Sekretaris Umum Yayasan Mataram, Dr. Achil Suyanto, S.H., M.H., M.B.A., menyatakan, akselerasi fisik berupa gedung perkuliahan, laboratorium, perkantoran, tempat ibadah makin mendekat realisasinya.

Yayasan berharap, pelaksanaan lanjutan pembangunan kampus terpadu tahap dua mulai akhir 2023 atau awal 2024. “Proses perizinan sedang berlangsung, pembuatan arsitektur gedung selesai, semoga pelaksanaan izin segera selesai,” ungkap Achil.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas konsistensi UWM dalam menegakkan jatidirinya sebagai kampus berbudaya.

“Saya mengapresiasi tekad itu dan semoga universitas ini tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kompetitif dan berprestasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis budaya,” kata Aris Junaidi.

Disertai dengan tumbuhnya integritas moral dan dedikasi tinggi para sivitas akademika di lingkungan kampus untuk mendukung prestasi mahasiswa.

Sebagai kampus berbudaya, UWM memiliki potensi untuk menciptakan pengetahuan luas yang dibarengi dengan pemahaman keilmuan dan kearifan lokal.

Visi UMW bersesuaian dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi untuk menciptakan kampus sesuai dengan kebutuhan dan kearifan lokal.

Dies ke-41 UWM ini diramaikan oleh serangkaian kegiatan mengasah otak atau kegiatan intelektual, seperti seminar di tingkat universitas dan fakultas, pertandingan olahraga, dan perlombaan berbasis teknologi informasi seperti lomba TikTok antarmahasiswa. (Fan) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here