Jelang Ramadan, Manajemen Masjid Harus Berubah

0
27

KABAREWISATA.COM – Menjelang Ramadan, suasana masjid sudah menghangat menyambutnya. Kegembiraan akan datangnya bulan penuh berkah itu banyak dilakukan oleh takmir masjid dengan menggelar acara acara kreatif dan menarik.

Salah satunya adalah Masjid Al Ikhlas Kuden, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.

Takmir masjid dibantu para remaja masjid yang tergabung dalam organisasi Orpapik menggelar Gebyar Al Ikhlas pada 11 Maret 2023 lalu dengan pengajian dan sulapan yang disampaikan Agus Santosa, S.Kom.I. Digelar pula senam dan jalan santai.

Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas,¬† H Heri Sutanto, S.Pt, MM, mengatakan, takmir masjid memang harus tiada henti membuat kreativitas. “Agar jamaah masjid makmur terus dan anak muda hatinya terkait di masjid,” kata Heri Sutanto, Selasa (21/3/2023).

Tidak mudah memang membuat anak muda kerasan berlama-lama beraktivitas di masjid. Maka, takmir masjid harus mengubah pola pelayanan masjid agar semua jamaah dari berbagai kalangan terlayani dengan Istimewa.

“Masjid harus ramah anak dan takmir tiada henti menggali keinginan para jama’ah,” kata Heri Sutanto.

Heri pun sangat setuju bila masjid menjadi pusat pelayanan jamaah. “Dan jika perlu masjid menjadi tempat healing semua lapisan masyarakat,” katanya.

Agus Santosa — yang dikenal juga dengan ustadz the Jack — menguraikan pentingnya masjid. “Harus ramah anak dan metode merangkul anak harus terus digali oleh pengurus takmir masjid agar sejak dini anak terbiasa dan enjoy di lingkungan masjid,” kata Agus.

Menurut Agus, orang tua harus mengalah dan tahu persis psikologi anak-anak agar masjid bukan menjadi tempat doktrin dengan menakut-nakuti terus. “Tetapi menjadi tempat menemukan kedamaian,” kata ustadz The Jack.

Di sisi lain Drs H Taufik Ridwan, Ketua LPMD Kuden dan mantan Ketua Takmir Masjid al-Ikhlas, menyampaikan, menjelang Ramadan takmir harus mengubah manajamen pelayanan jamaah agar tetap semakin terlayani dan khusyuk dalam beribadah.

“Memang tidak mudah melayani jamaah dengan berbagai keinginan, tetapi keikhlasan para takmir dalam melayani jamaah perlu melibatkan anak-anak muda agar mereka merasa dilibatkan dalam pelayanan,” harapnya.

Selama ini, seolah yang diutamakan mendapat pelayanan istimewa hanya para orang tua atau kasepuhan,”¬†kata Taufik.

Mengenai pengajian anak saat jelang berbuka puasa, Agus Santosa punya cara sendiri dalam menarik minat dan konsentrasi materi ibadah. “Yaitu dengan memperbanyak games kreatif dan Islami, bahkan permainan sulapan,” kata Agus. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here