Jadah Tempe Kaliurang Simbol Visualisasi Semangat Maha Patih Gajah Mada

0
141
Beja Wiryanto, Ketua Sentra Industri Jadah Tempe Kaliurang saat mendampingi Ketua Dekranasda Sleman, Sri Purnomo dalam acara Sambang IKM Dekranasda Sleman di Sentra Industri Omah Jadah Tempe Kaliurang, Hargobinangun, Sleman, Rabu (7/06/2023) - (Foto: Rahmad S)

KABAREWISATA.COM – Jadah Tempe Mbah Carik menjadi makanan tradisional khas Yogyakarta yang melegenda dan dapat dengan mudah ditemukan di kawasan wisata Kaliurang, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam rangka melestarikan kuliner Jadah Tempe yang memiliki legenda sejarah para pejuang pendahulu republik ini, Kementerian Perindustrian RI melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman membangun Gedung Sentra Industri Omah Jadah Tempe di komplek obyek wisata Telaga Putri, Kaliurang yang segera akan diresmikan penggunaannya oleh Pemda Sleman pada tanggal 25 Juni tahun 2023.

Hal itu terungkap saat acara Sambang IKM Dewan Kerajinan nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman ke Gedung Baru Sentra Industri Omah Jadah Tempe Kaliurang yang dipimpin langsung oleh Sri Purnomo bersama jajaran pengurus dan IKM Dekranasda Sleman, pejabat Dinas Perindag Sleman, Panewu Pakem, Bank BPD Sleman, Beja Wiryanto Ketua Sentra Industri Jadah Tempe Kaliurang serta awak media, pada Rabu (7/6/2023).

Menurut Beja Wiryanto yang merupakan generasi ketiga penerus Jadah Tempe Mbah Carik Kaliurang dan juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kaliurang, Jadah Tempe itu sebenarnya adalah visualisasi dari bendera kerajaan Majapahit yaitu semangatnya Maha Patih Gajah Mada dalam berjuang.

“Dulu sekitar tahun 1938, eyang saya ini sebagai abdi dalem dan sebagai carik gelar yang diberikan oleh Sultan Hamengkubuwono IX, dulu itu memang hanya diminta untuk membuat jadah tempe untuk makanan pejuang jadi bukan untuk dijual makanya jadah dan tempe ini harus dipadukan dengan cara dimakan bersama – sama,”ungkap Beja saat mendampingi Sri Purnomo di Gedung Sentra Industri Omah Jadah Tempe Kaliurang, Rabu (7/06/2023).

“Jadah tempe ini kata eyang saya sebenarnya adalah visualisasi dari bendera Majapahit, gula nya merah, jadahnya putih, jadi para pejuang itu mengadopsi semangatnya patih Gajah Mada yaitu berjuang dengan merah putih,” katanya.

Beja juga menjelaskan bahwa makan jadah tempe yang benar itu adalah jadahnya posisi ada dibawah menempel lidah dan tempenya diatas karena ini makanan pejuang jadi tempenya ada diatas, “ imbuhnya.

“Artinya apa bahwa orang hidup sebagai pejuang itu yang dirasakan harus manis, pahit dan getirnya dulu jangan manisnya dulu, makanya jadah harus nempel di lidah dulu, memang jadah itu dari ketan pliket (lengket) artinya berjuang itu harus kompak bersama -sama,” jelasnya lagi.

“Gula merah itu simbol darah merah jadi kompak dengan adanya jiwa kepahlawanan jadi pesan moral dari eyang saya siapa saja yang sudah mendengar cerita filosofi jadah tempe dan sudah memakannya, siapapun itu dan sampai kapan pun, mereka harus mau berjuang untuk republik ini sesuai dengan keahliannya masing – masing,” tuturnya.

“Yang menjadi PR kami saat ini adalah bagaimana kami memotivasi supaya kita bisa meregenerasi bagaimana penjual jadah ini bisa dilakukan oleh anak – anak muda, ini yang lebih penting karena banyak di luaran sana pengusaha sukses tapi anaknya nggak mau meneruskan usaha orang tuanya,” pungkas Beja. (soe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here