Ibu Negara Iriana Joko Widodo Kunjungi Candi Borobudur

0
28

KABAREWISATA.COM – Gerakan hidup bersih, sehat dan peduli lingkungan terus digaungkan oleh berbagai pihak untuk mendukung terwujudnya kehidupan yang sejahtera di Indonesia.

Hal ini yang dilakukan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju (KIM) saat berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (1/2/2023).

Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Wury Ma’ruf Amin bersama anggota OASE KIM melakukan senam sehat, memilah sampah dan gerakan cuci tangan pakai sabun yang diikuti langsung oleh 500 siswa-siswi sekolah di kawasan Candi Borobudur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Ibu Negara selama di Magelang (Jawa Tengah) dan Yogyakarta (DIY).

Usai senam, para siswa mendapat sosialisasi demo pilah sampah. Setelahnya, Iriana dan Wury Ma’ruf Amin memberikan pertanyaan kepada para siswa seputar materi sosialisasi yang telah diberikan.

Ibu Iriana Joko Widodo beserta anggota OASE lainnya juga melakukan kampanye cuci tangan sebagai bagian dari kampanye menjaga kebersihan diri.

Selain itu, Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin mencoba membuat kerajinan edukriya yang berasal dari limbah sampah plastik. Aktivitas ini mengampanyekan semangat go green dengan mengurangi sampah terbuang menjadi bahan yang bermanfaat, khususnya untuk membuat kerajinan, seperti kaligrafi dan stupa.

Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon siwalan di Taman Aksobya, kompleks TWC Borobudur. Aksi ini merupakan rangkaian Gerakan Nasional Penanaman 1.000 Pohon Buah yang digelar di 34 provinsi Indonesia dengan menanam berbagai macam jenis pohon lain, seperti kelengkeng, manggis, dan alpukat.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Febrina Intan, mendukung penuh agenda yang sejalan dengan semangat pengelolaan Borobudur ke depan.

Hal ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ekosistem pariwisata yang berkelanjutan serta bermanfaat langsung bagi masyarakat di kawasan.

Adanya multistakeholder dalam pengelolaan kawasan Borobudur akan ikut serta mendorong perubahan serta konsep pengelolaan yang fokus pada nilai-nilai konservasi, edukasi, spiritual dan pariwisata secara keseluruhan. (*/Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here