Hargai Proses Kreatif, Klien Perlu Diedukasi

0
51

KABAREWISATA.COM – Sebuah produk kreatif — misalnya sebuah iklan televisi — dapat dipakai untuk promosi lewat sosmed, dihasilkan dari banyak proses kreativitas yang harus dipahami dan dihargai klien.

“Prosesnya banyak banget yang harus dihargai dan dipahami oleh banyak pemakai jasa kreatif atau klien,” kata Muhammad Rifqi Fauzi, SE, MM, Ketua Pengda P3I DIY, Sabtu (1/4/2023).

Di sela-sela talkshow Ramadan bertemakan “Teken Kontrak yang Berakhir Bahagia” di Warung mBah Sambat, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, kemarin, Rifqi Fauzi mengatakan bahwa selama ini banyak klien hanya memahami sebuah produk kreatif. “Tetapi tidak menghargai sebuah proses,” tandasnya.

Misalnya, bagaimana sebuah produk iklan televisi ada proses pembuatan storyboard, survei, pemilihan aktor, editing, prove berkali kali. “Dan akhirnya dihasilkan sebagai sebuah produk kreatif,” katanya.

Hal tersebut harus dipahamkan kepada para klien dan diwujudkan dalam teken kontrak atau MoU yang saling dipahami sebagai sebuah proses edukasi.

“Dalam proses itu harus disepakati agar berakhir membahagiakan dalam sebuah kontrak,” lanjut Rifqi.

Sementara itu dikatakan Rizal, Sekretaris Umum Pengda P3I DIY, edukasi kepada klien agar memahami sebuah proses kreatif sudah dilakukan sejak lama. “Dan harus berkelanjutan,” ungkapnya.

Oleh karena menghargai sebuah karya produk kreatif harus termasuk memahami bagaimana sebuah proses. “Selama ini kadang banyak pemakai jasa kreatif tidak memahami proses,” jelasnya.

Hal itu membutuhkan banyak pendukung sumber daya manusia (SDM), alat dan finansial. Jangan terjadi terus sebuah produk kreatif dihargai murah. “Karena tidak paham sebuah proses,” papar Rizal.

Ketua Dewan Pertimbangan Pengda P3I DIY, Drs Wahyoe Widiyatmo, mengatakan, problem saat teken kontrak sebuah pekerjaan dilakukan karena sebuah perusahaan kreatif berpikir yang penting mendapatkan pekerjaan dan cuan.

“Meski sebenarnya mengalami kerugian atau jasanya tidak dihargai dan hal ini terjadi karena adanya kompetisi yang buruk sehingga persaingan harga terjadi,” kata Wahyoe Widiyatmo.

Pengalaman owner BMC ini, kepercayaan dari klien atas produk kreatif yang dihasilkan dari perusahaan adalah penting. “Faktor trust ini berdampak kepada penghargaan yang baik dan tidak merugikan sebuah proses,” kata Wahyoe Widiyatmo.

Kadang tanpa teken kontrak, kalau ada saling percaya, maka aman semua. “Karya kreatif dihargai dengan baik ketika dengan klien itu akrab dan sangat dekat,” ujar Wahyoe Widiyatmo.

Pengda P3I DIY pun mengadakan MoU dengan 6 Perguruan Tinggi dalam rangka lebih memudahkan para mahasiswa di bidang komunikasi lebih terserap dalam pekerjaan di perusahaan kreatif,.khususnya di Yogyakarta.

Kemudian, akan ada komunikasi booth camp, pemagangan dan masalah kurikulum kekinian di dunia komunikasi pemasaran dan iklan.

Adapun keenam kampus yang melakukan MoU dengan Pengda P3I DIY adalah UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Atmajaya Yogyakarta dan Universitas Negeri Surakarta (UNS). (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here