Festival Permainan Tradisional Kota Yogyakarta

0
27

KABAREWISATA.COM – Festival Permainan Tradisional Kota Yogyakarta tahun 2022 diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta di Plaza Ngasem Yogyakarta pada 3-4 September 2022 dibuka Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya. Hal ini sebagai edukasi kepada mereka tentang permainan zaman dulu sangat asyik dimainkan. Tidak melulu handphone yang menjadi pegangan bermain.

Dalam penyelenggaraan kegiatan Festival Permainan Tradisional, Pemkot Yogyakarta terus mengupayakan pelestarian budaya di masyarakat. “Terutama dalam permainan tradisional,” tandas Aman, yang menerangkan kegiatan itu diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Festival Permainan Tradisional dengan tema “Guyub, Srawung Dolanan Bareng” diharapkan dapat menjadi ajang potensi kelompok atau sanggar di tiap kemantren se-Kota Yogyakarta. “Untuk ikut melestarikan permainan tradisional,” ungkap Aman.

Bagi Aman, kegiatan tersebut sebagai bentuk pemeliharaan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan permainan tradisional. “Agar dapat lebih terukur,” tandas Aman.

Dikatakan Aman, semua anak-anak di Kota Yogyakarta dapat menjadi anak-anak yang kembali ke zaman dulu. “Dengan bersosialisasi, bermain bersama dan tidak bermain gedget,” papar Aman.

Dalam kegiatan tersebut melibatkan peserta dari 14 kelompok atau sanggar perwakilan kemantren se-Kota Yogyakarta. Setiap kemantren tim kontingen berjumlah 20 orang, termasuk pemain, pengrawit dan pendamping.

“Ini merupakan sebagian kecil bentuk kepedulian anak-anak mengenai permainan tradisional,” kata Aman, yang berharap semoga anak-anak paham apa yang mereka lakukan hari ini sebagai salah satu pelestarian budaya melalui permainan tradisional.

Setiap peserta kontingen diberikan waktu maksimal 15 menit dalam penampilan Festival Permainan Tradisional Kota Yogyakarta tahun 2022. “Dengan urutan tampil sesuai waktu dan hasil pengundian sehingga tiap kelompok mengikuti jadwal yang sudah ditentukan,” kata Yetti Martanti, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Senin (5/9/2022).

Setiap peserta menampilkan lima materi permainan tradisional: tiga materi wajib dan dua materi pilihan, yang ditampilkan dalam sebuah pertunjukan seni.

Untuk materi wajib, peserta menampilkan permainan Pendhisil, Soyang dan Cungkup Milang Kondhe. “Sedangkan materi pilihan diserahkan kepada masing-masing peserta,” kata Yetti Martanti.

Diharapkan, Festival Permainan Tradisional kali ini dapat menjadi sarana dalam mewujudkan pengembangan pemanfaatan seni permainan tradisional masa kini dan masa nanti. “Sehingga anak-anak mengenal dan ikut melestarikan budaya melaui permainan ini,” kata Yetti.

Unsur penilaian dari hasil penampilan peserta Festival Permainan Tradisional 2022 di Kota Yogyakarta meliputi hasil penampilan peserta dengan mempertimbangkan aspek kreativitas, edukasi dan harmoni.

Pemenang penghargaan terbaik 1 mendapat uang pembinaan Rp 5 juta, terbaik 2 mendapat uang pembinaan Rp 4,5 juta dan penghargaan terbaik 3 mendapat Rp 4 juta, masing-masing mendapatkan piagam penghargaan.

Kegiatan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Yogyakarta tahun 2022 bersumber dari Dana Keistimewaan.

Peserta dan warga masyarakat sangat senang diadakannya kegiatan festival tersebut. “Warga masyarakat sangat senang bisa melihat festival meski ada yang sakit,” kata Widodo, orang tua peserta dari Kotagede, Yogyakarta.

Kegiatan seperti ini merupakan salah satu pelestarian budaya melalui permainan tradisional. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here