SEBANYAK 10 anak Purna Paskibraka Sleman diangkat dan dikukuhkan oleh BPIP (Badan Pembinaan Indeologi Pancasila) menjadi Duta Pancasila di Hotel Prima SR Hotel, Jum’at (16/12/2022).
Kesepuluh anak itu terdiri dari 4 anak Purna Paskibraka tahun 2020 dan 6 anak Purna Paskibraka 2021 dilantik oleh Muhammad Fahrurozi selaku Direktur Pengendalian BPIP.
Sebelum diangkat dan dikukuhkan, anak-anak Purna Paskibraka Sleman telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang diadakan oleh Badan Kesbangpol Sleman pada 26-27 November 2022 lalu dengan materi dan narasumber dari Pusat Studi Pancasila UGM.
Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Jazim Sumirat, berharap, Duta Pancasila dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk kembali merevitalisasi dan mengaktualisasikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. “Sekaligus sebagai rujukan dan inspirasi bagi upaya menjawab berbagai tantangan generasi muda,” kata Jazim Sumirat.
Perlahan, simbolisasi Pancasila dalam gambar, lagu dan juga hafalan sila-sila Pancasila semakin pudar dalam ingatan anak bangsa. Hal ini juga dibarengi dengan surutnya semangat nasionalisme untuk membangun negara.
Munculnya berbagai persoalan — baik itu persoalan politik, hukum, sosial kemasyarakatan, bahkan konflik yang didasari karena ideologi dan SARA — bukan tidak mungkin karena kurangnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai Pancasila perlu benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh masyarakat,” kata Jazim Sumirat.
Oleh karena itu, lanjut Jazim, dibutuhkan revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai usaha bersama komponen bangsa Indonesia. “Untuk mengembalikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai konsensus identitas nasional yang selama ini mengalami berbagai penyimpangan,” papar Jazim.
Melalui upaya revitalisasi diupayakan masyarakat Indonesia memiliki kesiapan mental dan spiritual untuk menghargai dan menerima perbedaan, menghormati dan menerima keragaman suku, agama, ras dan golongan. “Meski memiliki kepentingan berbeda, namun tetap dalam satu wadah yaitu Indonesia,” kata Jazim.
Hal yang tidak kalah penting adalah mewujudkan generasi-generasi muda yang memiliki daya juang, keterampilan dan disiplin yang tinggi.
“Karenanya saya berharap anggota purna Paskibraka dapat berbagi keilmuan dan pengalaman kepada rekan-rekan generasi muda lain untuk ditularkan pada lingkungan sekitar sehingga keberadaan adik-adik sekalian dapat menjadi motivasi dan role model bagi pembentukan karakter teman-teman lainnya,” pungkas Jazim.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, Hery Sutopo, menyampaikan, Duta Pancasila diharapkan dapat menjadi teladan dalam mengarusutamakan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Sesuai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Hery Sutopo. (Fan)