Dukung Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan, Dinas P3AP2KB Sleman Gelar Musrenbang Perempuan

0
38

KABAREWISATA.COM – Sebagai upaya memberikan ruang dan waktu khusus pada perempuan untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Bagi Perempuan Tingkat Kabupaten bertempat di Hall Rumah Makan Pringsewu, Sleman, Kamis (23/2/2023).

Musrenbang menghadirkan dua narasumber, yaitu Yuni Hastuti (Perencana Ahli Muda pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sleman) dan Wasingatu Zakiyah dari Caksana Institut.

Kegiatan diikuti 122 orang peserta perempuan terdiri dari 105 orang perwakilan berbagai organisasi seperti perangkat kalurahan, BPKal, Karang Taruna, HWDI, Forum PUG Bidang Agama, dan mitra binaan perangkat daerah Sleman serta 17 perwakilan perangkat daerah Sleman.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB Sleman, Mahmudah Arfiyati, menuturkan, Musrenbang ini diadakan sebagai upaya Pemkab Sleman dalam melaksanakan pengarusutamaan gender dalam setiap rencana pembangunan yang akan dilakukan di Kabupaten Sleman.

Menurut perempuan yang biasa disapa Arfi, keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kemampuan dalam mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki. “Termasuk perempuan untuk memajukan wilayah Kabupaten Sleman,” tandasnya.

Hal tersebut sesuai dengan visi Bupati Sleman tahun 2021-2026, yaitu terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong.

Partisipasi perempuan harusnya dapat mewarnai berbagai bidang pembangunan, antara lain bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi. “Sehingga diharapkan tidak ada lagi kesenjangan gender,” ujar Arfi.

Dengan adanya Musrenbang ini, Arfi berharap, nantinya para perempuan di Sleman dapat membaca isu gender di wilayah mereka, yang kemudian dikemas dalam usulan perencanaan anggaran tahun 2024.

Nantinya, usulan tersebut akan dituangkan dalam berita acara yang akan menjadi bahan usulan rencana kerja perangkat daerah di Kabupaten Sleman.

“Dengan begitu diharapkan nantinya dapat terwujud akses, partisipasi, kontrol dan manfaat atau APKM masyarakat laki-laki dan perempuan secara adil dalam pembangunan,” tambah Arfi.

Pelaksanaan Musrenbang ini mendapatkan dukungan penuh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mafilindati Nuraini, Kustini berharap Musrenbang ini dapat mengawal program pembangunan di Sleman yang responsif bagi perempuan. “Sehingga dapat mengurangi kesenjangan dalam berbagai dimensi pembangunan,” tandas Kustini.

Bupati Sleman berharap, melalui forum Musrenbang bagi perempuan ini partisipasi aktif semua pemangku kepentingan di lingkungan Kabupaten Sleman dapat berembug bersama dalam memformulasikan rencana pembangunan bagi perempuan.

“Sehingga kegiatan pembangunan bagi perempuan benar-benar sesuai kebutuhan, permasalahan, potensi dan aspirasi masyarakat,” ujar Kustini.

Kustini mengajak agar semua pemangku kepentingan untuk turut serta berpartisipasi dan mendukung upaya Pemkab Sleman dalam mewujudkan pembangunan bagi perempuan.

“Saya berharap partisipasi nyata dari pemangku kepentingan, bukan partisipasi yang sekadar simbolis, tetapi dapat memberikan kepastian bahwa program yang diusulkan dapat terakomodasi,” pungkas Kustini. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here