Bojong Coconut Land Berbasis Ekonomi Kreatif Bisa Menjadi Destinasi Wisata Baru di Kulon Progo

0
210
Kelapa Dalam Bojong Bulat (Rahmad/Kabarewisata.com)

KABAREWISATA.COM – Kalurahan Bojong, sebuah desa di kapanewon Panjatan Kabupaten Kulon Progo, DIY hampir seluruh wilayahnya memiliki pohon kelapa di setiap lahan warga masyarakatnya. Dari ribuan pohon kelapa ini terdapat varietas unggul Kelapa Dalam Bojong Bulat (DBB).

Pada lahan 4 hektar di tanah kas desa yang di tanami pohon kelapa terdapat 509 pohon yang saat ini dikelola masyarakat pada 4 kelompok perkebunan dari Dusun 5, dusun 4, dusun 3 dan dusun 2. Salah satu kelompok pengelola adalah Kelompok Tunas Sekawan dari dusun 4 . Kelompok Tunas Sekawan saat ini sudah mengelola dengan melakukan perawatan intens pohon kelapa agar pertumbuhan dan produktifitasnya semakin baik.

Disamping merawat pohon kelapa, Kelompok Tunas Sekawan juga berinovasi agar kebun kelapa memiliki daya tarik dan keunggulan dalam suasana yang alami untuk dapat dinimati khalayak ramai.

Kebun kelapa dengan semangat kemandirian dirawat dan dipoles agar jadi tempat yang nyaman untuk dapat dinikmati suasana alamnya yang asli dan apa adanya. Kelompok Tunas Sekawan mewujudkan semangat inovasi dengan memberikan nama “ BLARAK SINERET’’ dan semboyan “Natural and Honesty”. Makanan warisan leluhur berbahan khas dari kelapa “Sego Gebing’’ di bangkitkan kembali menjadi sajikan makanan yang berbeda bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani Sido Mekar dusun 4 Kalurahan Bojong.

Pengelolaan kebun kelapa beserta ivonasi lainnya harapannya dapat meningkatkan produktiftas kebun kelapa sehingga suasana alami dapat di nikmati khalayak ramai dan bermanfaat bagi warga masyarakat.

Saat ini memang akses jalan menuju lokasi dan belum adanya inovasi dan pengembangan pemanfaatan produk kreatif turunan pohon kelapa menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi lebih selain produk minyak kelapa masih menjadi kendala.

Menurut Ketua Forum Mebel Kerajinan dan Seni Indonesia, Johni Sahlan Destinasi Wisata Mina Kelapa desa Bojong akan diberi nama baru “Bojong Coconut Land” sebagai pilot project kolaborasi Formekers Indonesia dan Pemda Kulon Progo dalam pengembangan industri dan ekonomi kreatif.

Sementara itu Pj. Bupati Kulon Progo, Drs. Trisaktiyana, M.Si.,saat ditemui di sela – sela acara kunjungan audiensi Dewan Pimpinan Pusat Forum Mebel Kerajinan dan Seni di kantor Pemda Kulon Progo mengatakan “Saya yakin Bojong Coconut Land akan menjadi destinasi wisata yang baru di wilayah Kulon Progo dan yang namanya destinasi wisata itu sebenarnya bukan sebuah tempat tetapi merupakan cara baru melihat sesuatu, ” imbuhnya. (rmd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here