Bisnis tidak Terpaku dengan Satu Market Saja

0
88

KABAREWISATA.COM – PT Trend Cahaya Abadi yang berada di Perumahan Taman Giwangan Asri 1 Umbulharjo, Kota Yogyakarta, lebih dikenal Trend Tour and Travel.

Seperti dijelaskan Edwin Ismedi Himna, Direktur PT Trend Cahaya Abadi, travel yang berdiri pada 2004 sebetulnya fokus di bidang market inbound. “Khususnya di Asean, Malaysia, Singapura dan Thailand,” jelas Edwin, Rabu (12/4/2023).

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan pihaknya menjalin kerjasama dengan partner di Bali maupun Eropa seperti Rusia. Selain itu ada pula dari Asia seperti Jepang dan Korea.

“Bagi kami, bisnis ini tidak terpaku dengan satu market saja, tapi lebih baik membuka market apapun, termasuk domestik,” kata Edwin.

Ketika Eropa lagi sepi musim-musimnya, bisa bermain market di tingkat Asean yang tidak pernah mengenal low season. “Karena di Asean itu selalu ada setiap bulannya dan itu yang menjadi pertimbangan,” kata Edwin

Hampir lebih dari 15 tahun Edwin selalu mengikuti pameran di Malaysia, Singapura dan Thailand. “Dengan biaya marketing yang tidak begitu mahal,” terangnya.

Saat ini pihaknya pun lebih fokus ke market Asean. Dan setelah pandemi Covid-19 melandai diharapkan dunia pariwisata ramai kembali. “Ibaratnya kita ini sekarang terlahir kembali ke dunia pariwisata,” kata Edwin.

Kini bersama teman-teman lainnya di bidang hotel, travel agen dan alat transportasi, bisa bergerak kembali seperti semula. “Bagaimanapun juga kita tidak bisa hanya duduk diam meratapi, tapi harus selalu optimis,” ungkap Edwin.

Karena kemarin sempat vakum, kini pihaknya mengejar market yang ada. “Tugas kita untuk menghidupkan kembali dunia pariwisata setelah pandemi Covid-19,” papar Edwin.

Kini Edwin memulai lagi di bidang market outbound. Selain juga menjual outbound-outbound dan paket wisata ke luar negeri baik di tingkat Asean maupun Asia dan Eropa.

Dijelaskan Edwin, pelaku pariwisata berharap situasi tetap kondusif. “Sebab, persoalan keamanan sangat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan, terutama dari mancanegara,” kata Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DIY Edwin Ismedi Himna.

Dia mengaku, magnet Yogyakarta sebagai salah satu destinasi pariwisata terbesar kedua setelah Bali, ada pertumbuhan.

Sejumlah biro perjalanan pariwisata mengaku peningkatan kunjungan pariwisata meningkat sampai 10-15 persen dari tahun sebelumnya.

Dia pun memprediksi wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Yogyakarta bisa meningkat. “Pasar wisatawan Eropa masih mendominasi kunjungan wisatawan ke Yogyakarta,” tandasnya. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here