Akreditasi Mendorong Universitas Mencapai Kualifikasi Kualitas Unggul

0
28

KABAREWISATA.COM – Sivitas akademika di semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) perlu mengembangkan pikiran positif dalam menghadapi keharusan akreditasi pada perguruan tingginya.

Para pimpinan perguruan tinggi dosen, dan tenaga kependidikan juga harus memahami bahwa akreditasi merupakan kesadaran untuk mendorong universitas mencapai kualifikasi kualitas unggul.

“Bukan semata-mata kepatuhan terhadap aturan akreditasi,” kata Prof Dr Edy Suandi Hamid, M.Ec, Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Selasa (5/7/2022).

Berbicara di depan peserta rapat kerja Fakultas Ilmu Sosial Politik UWM di Hotel Pandanaran, Yogyakarta, Prof Edy Suandi Hamid menyatakan pentingnya alasan akreditasi sebagai kesadaran.

Rapat kerja Fakultas Ilmu Sosial Politik UWM Yogyakarta ini dilaksanakan setiap tahun untuk evaluasi kinerja fakultas dan menyusun program dan anggaran satu tahun ke depan. Diikuti pimpinan dekanat, dosen dan tenaga kependidikan di fakultas.

Ketika akreditasi dipandang sebagai kesadaran, maka sivitas akademika tetap menerapkan standar-standar atau indikator-indikator pelayanan pendidikan perguruan tinggi atau standar mutu perguruan tinggi. “Baik saat ada atau tidak ada akreditasi,” kata Edy.

Ketika sivitas akademika menjadikan akreditasi sebatas ketaatan untuk memenuhi syarat penjaminan mutu PT, kata Edy, maka kedisiplinan tentang mutu universitas dipenuhi dan dijaga pada saat perguruan tinggi mau dinilai oleh asesor untuk evaluasi status akreditasi.

“Kalau akreditasi sebagai kepatuhan, saat tidak ada akreditasi ya sivitas akademika memandang tidak perlu menjaga standar indikator-indikator syarat penjaminan mutu perguruan tinggi,” kata Edy.

Pada kesempatan itu, Edy mengapresiasi sikap Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik, Dr As Martadani Noor, yang mengingatkan dosen dan tenaga kependidikan di fakultasnya untuk konsisten menjaga syarat penjaminan mutu fakultasnya.

“Sikap dekan tersebut sangat penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan sivitas akademika di fakultas maupun menjadi perhatian perguruan tinggi pada umumnya,” ungkap Edy.

Sementara itu, As Martadani Noor, menyatakan, baru-baru ini fakultasnya telah melaksanakan akreditasi. Dia menyadari persiapan dan pelaksanaan akreditasi belum maksimal. “Apabila ingin hasilnya terbaik, unggul, sivitas akademika di fakultas harus melaksanakan indikator penjaminan mutu secara konsisten dan berkalanjutan kapan pun,” kata Martadani.

As Martadani Noor berharap kepada dosen maupun tenaga kependidikan untuk tetap menerapkan indikator-indikator penjaminan mutu perguruan tinggi. “Baik pada saat menjelang akreditasi atau saat sesudah akreditasi,” kata Martadani.

Menurutnya, konsisten menjaga dan melaksanakan indikator penjaminan mutu memudahkan perguruan tinggi menuju kualifikasi unggul.

Usai rapat kerja dilanjutkan dengan rapat masing-masing program studi di fakultas: ilmu pemerintahan, ilmu komunikasi, dan sosiologi.

Usai rapat program studi dilanjutkan dengan rapat dekanat yang diikuti dekan dan wakil dekat serta ketua-ketua program studi untuk menetapkan program studi dan anggaran tahun 2022-2023.

Fakultas Ilmu Sosial Politik dalam rapat tersebut memberikan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi: Martina Levu Monay (peraih medali emas Kejuaraan Daerah Taekwondo DIY 2022), Ari Sona (runner up Duta UMKM Jawa Timur 2022), Puguh Priyo Cahyono (Juara 2 Best Campaigner “Youth Digital Campaigner for Climate Crisis” oleh Aspikom dan Yayasan Econusa di Lombok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here