Acne-Patch Antibakteri dari Bunga Kecombrang

0
4
Tim PKM-K menciptakan produk bernama ETIOR Patch, yaitu sediaan patch untuk jerawat yang mengandung ekstrak bunga kecombrang. (Foto: Istimewa)

KABAREWISATA.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan melalui skema PKM-Kewirausahaan.

Tim PKM-K yang diketuai Imelda Hiqmah Ramadani, mahasiswa Farmasi angkatan 2021, bersama empat anggota lainnya: Afshana Awaliah Rahmadani, Oktianah, Valencia Naely Eiprilian’s dan Lulu Nurul Inayah (Manajemen angkatan 2022), menciptakan sebuah inovasi.

Berupa sediaan Acne-Patch dari ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior Floss) sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acnes.

Tim PKM-K menciptakan produk bernama ETIOR Patch, yaitu sediaan patch untuk jerawat yang mengandung ekstrak bunga kecombrang.

Potensi ketersediaan tanaman kecombrang yang cukup banyak dan kandungan senyawa fitokimia di dalamnya yang memiliki aktivitas antibakteri, membuat mahasiswa UMP meningkatkan nilai jual bunga kecombrang dalam sediaan kosmetik dalam bentuk patch.

Disampaikan Imelda Hiqmah Ramadani, selama ini kecombrang belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan alam untuk pengembangan produk obat.

Di daerah Banyumas, Jawa Tengah, bunga kecombrang biasanya hanya digunakan sebagai bahan olahan pangan dan pelengkap masakan.

Potensi itulah yang mendorong tim PKM-K Fakultas Farmasi UMP untuk melakukan inovasi dalam pengolahan bahan alam tersebut.

Kegiatan PKM berlangsung bulan April hingga Agustus 2024 dan dilakukan di beberapa laboratorium UMP, yaitu Laboratorium Membran dan Polimer Fakultas Teknik dan Sains, Laboratorium Teknologi Farmasi, Laboratorium Farmakologi serta Laboratorium Mikrobiologi.

Dosen pembimbing, Dr apt Ika Yuni Astuti, M.Si, menyampaikan, PKM merupakan salah satu ajang kreativitas mahasiswa untuk mengembangkan serta menyalurkan ide dan gagasan kreatif.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk melihat permasalahan yang ada di masyarakat dan mampu memberikan solusi yang tepat.

Sebagai dosen pembimbing, Ika berharap agar produk Acne-Patch ini dapat dikembangkan lebih lanjut. “Salah satunya dengan mendapatkan izin edar,” kata Ika, Kamis (11/7/2024).

Adanya izin edar, tentu saja dapat lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terkait jaminan keamanan dan keefektifan produk. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here