Syawalan Komunitas Minggu Legi: Hangatkan Silaturahmi Lewat Hikmah dan Sastra

0
6

KABAREWISATA.COM — Komunitas Minggu Legi menggelar kegiatan syawalan sebagai momentum mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri, Sabtu (4/4/2026).

Acara yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan berlangsung di Jl Lawet No 02 Kampung Cebongan, Dukuh 4 Cungkuk, Kalurahan Ngestiharjo, Kapenewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

Dihadiri anggota komunitas serta tamu undangan yang kali ini ada yang membaca geguritan, ada yang nembang macapat, ada yang berdendang dan ada juga yang ngudarasa.

Selain hikmah syawalan atau tausiah dari ustadz Khamim, Komunitas Minggu Legi juga mempersilakan para tamu undangan untuk bersastra pertunjukan.

“Maka, ya begitulah jadinya. Acara tidak garing. Terasa meriah dan penuh suasana penampilan,” jelas pendiri dan Ketua Komunitas Minggu Legi Akhir Lusono.

Sebagai narasumber utama, pada kesempatan itu Dr H Khamim Zarkasih Putro, M.Si mengangkat tema tentang hikmah syawalan, khususnya pentingnya saling memaafkan sebagai fondasi dalam menjaga hubungan antarsesama.

Khamim juga menekankan, syawalan bukan sekadar tradisi. “Melainkan ruang untuk membersihkan hati, memperbaiki relasi, dan memulai kembali dengan niat yang lebih baik,” papar Khamim.

Melalui syawalan, kata Khamim, kita diajak untuk benar-benar kembali pada fitrah. “Saling membuka pintu maaf dan memperkuat rasa persaudaraan,” ungkapnya.

Hadir pula Mustofa W Hasyim yang memberikan sentuhan khas melalui penampilan sastra dan musikal.

Dalam kesempatan tersebut Mustofa membacakan geguritan berjudul “Ngas Nges Ngos” karya ciptaannya sendiri, dengan penuh penghayatan.

Selain itu Mustofa juga melantunkan lagu “Shalawat Ibrahim” yang semakin menambah suasana reflektif dan spiritual dalam kegiatan tersebut.

Ketua Komunitas Minggu Legi, Dr Akhir Lusono, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan itu. “Secara komunitas, Minggu Legi sebenarnya telah lama aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan, namun secara administratif baru saja memperoleh pengakuan resmi,” kata Akhir.

Menurutnya, secara gerakan komunitas tersebut sudah berjalan cukup lama. Namun secara administratif, Nomor Induk Kebudayaan baru diperoleh sebulan lalu dari Kundha Kabudayan Kabupaten Bantul. “Ini menjadi langkah awal penting untuk semakin menguatkan peran komunitas ke depan,” ujarnya.

Akhir juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. “Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.

Rangkaian acara berlangsung sederhana namun bermakna dimulai dari pembukaan, sambutan ketua komunitas, penyampaian hikmah syawalan hingga penampilan sastra dan musik. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat hingga akhir acara.

Melalui kegiatan tersebut Komunitas Minggu Legi menegaskan perannya sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah refleksi yang menggabungkan nilai spiritual dan kebudayaan dalam satu pertemuan yang hangat dan bermakna. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here