Dedikasi Djoko Muljanto dalam Pekerjaan Membuahkan Hasil, Dari Dosen Menjadi ASN

0
7

KABAREWISATA.COM — Selama 10 bulan 10 hari menjabat Panewu Depok Sleman mengantarkan Djoko Muljanto, SP memasuki masa purna tugas, Rabu (1/4/2026).

Panewu Anom Kapanewon Depok, R Hery Subagio, SE, ME, mengucapkan terima kasih atas dedikasinya selama ini dalam membimbing dan mengarahkan pegawai dan staf Kapanewon Depok.

Bagi Hery, Djoko Muljanto banyak memberikan contoh totalitas dalam melakukan pekerjaan yang dilandasi keikhlasan.

Djoko Muljanto selama menjabat Panewu Depok banyak kenangan dan pengalaman yang tidak bisa dilupakan. “Karena saya sudah merasa dekat dengan segenap insitusi, lembaga dan masyarakat yang sangat heterogen,” kata Djoko.

Setelah menjadi pengajar di 2 PTS di DIY, akhirnya Djoko Muljanto, SP memilih menjadi ASN. Tepatnya mulai 31 Juli 1998 yang menjadi staf Sub Seksi Lahan dan Sumber Daya pada Produksi Dinas Pertanian Sleman.

Berturut-turut menjadi staf Produksi Bagian Potensi Perekonomian (2001), staf Sub Bagian Potensi Bagian Perekonomian (2004), Kepala Sub Bagian Sarana Sekretariat Daerah (2009), Kepala Sub Bagian Ketahanan Ekonomi Bagian Perekonomian Setda Sleman (2017).

Juga pernah menjadi Sekcam Seyegan (2018), Panewu Anom Kapanewon Seyegan (2020), Panewu Anom Kapanewon Depok (2021), Panewu Kalasan (2023), Panewu Minggir (2024) dan Panewu Depok (2025).

Sampai saat ini yang tidak bisa dilupakan Djoko adalah dalam menjalankan tugas selalu didukung berbagai pihak. “Saya dapat bersinergi untuk mengemban seluruh potensi Kapanewon Depok,” kata Djoko.

Menurut Djoko, Kapanewon Depok adalah wilayah dengan pertumbuhan paling pesat di DIY. “Kapanewon Depok sangat istimewa dengan keberadaan berbagai perguruan tinggi, objek vital dan kawasan pemukiman baru,” terang Djoko.

Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, angka kriminalitas di Kapanewon Depok juga tertinggi di Kabupaten Sleman. Bahkan, menurut data, hampir tiga perempat kasus kriminalitas di Sleman terjadi di wilayah Depok. Kebanyakan kasus kriminal yang terjadi adalah curanmor dan narkoba.

“Untuk mengantisipasinya dibutuhkan pemimpin yang dapat membuat rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat,” kata Djoko.

Bagi Djoko yang saat ini tinggal di Warak Lor, Sumberadi, Mlati, Sleman, bila didukung semua komponen yang ada dapat mewujudkan Depok bagian dari city of tolerance, kota pendidikan, kota wisata dan kota budaya.

Menyimak perjalanan Djoko Muljanto, Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji mengatakan bahwa pengalaman dan ilmu yang diberikan menjadi inspirasi. “Selain itu juga berkontribusi bagi masyarakat,” kata Reno. (Fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here